Hotel Djagalan Raya

“Kalian maunya nginap di dekat tempat nikah atau di pusat kota?” begitu tanya ayah Nabila saat kami beristirahat sebentar di kediaman mereka setiba di Surabaya. Hari itu Jum’at, 13 September 2013, satu hari sebelum akad nikah Nabila dan Gilang, sang calon suami.

Setelah berdiskusi sebentar, kami pun akhinya memberikan jawaban, “Dekat kota aja, Pak. Biar gampang jalan-jalan.”

Mendengar jawaban kami tersebut, ayah Nabila segera melajukan mobilnya menuju pusat kota Surabaya, yang berjarak sekitar 30 km dari kediaman mereka di Djuanda (mohon koreksinya).

Setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih satu jam, ayah Nabila menghentikan mobilnya di depan Hotel Djagalan Raya, yang berlokasi di Jl. Jagalan No. 64 Surabaya. Hotel ini dipilihkan oleh ayah Nabila untuk kami dengan alasan terletak di pusat kota dan reputasinya yang baik.

Saat akan check in, ternyata kamar yang tersisa hanya tipe Superior Deluxe dengan tarif Rp. 250.000.-/malam. Untuk tipe kamar ini, fasilitas yang disediakan adalah AC, televisi, dan kamar mandi dengan air panas. Untungnya tempat tidurnya cukup besar sehingga muat untuk kami bertiga. Oya, hotel ini juga menyediakan fasilitas wifi gratis bagi pengunjungnya.

Setelah dua hari menginap, adik saya berhasil mendapatkan kamar di lantai 1 dengan harga Rp. 190.000,-/malam. Bedanya dengan kamar yang sebelumnya, kamar yang kami tempati itu lebih kecil dan tidak ada shower dan air panas untuk mandinya. Meski begitu, entah mengapa saya merasa tempat tidurnya sedikit lebih lega ketimbang kamar yang pertama.

Untuk kondisi lingkungan sekitarnya, di sepanjang jalan Jagalan terdapat banyak sekali toko peralatan listrik dan toko obat Cina. Saya juga menemukan sebuah klenteng tak jauh dari pintu masuk hotel saat akan sarapan nasi pecel di dekat hotel. Sedang malamnya, banyak sekali terdapat penjual bakso pangsit di sepanjang jalan.

Selain toko peralatan listrik dan bakso tadi, tak jauh dari hotel juga ada warung bebek Pahlawan yang katanya cukup terkenal di Surabaya. Saya sendiri sempat mencoba mampir ke warung yang sangat ramai itu. Namun berhubung saya sebelumnya tidak pernah makan bebek, maka saya tidak bisa memberi penilaian apakah bebeknya memang enak banget atau biasa saja. Yang jelas sih, sambalnya pedes banget! 😀

Berikut adalah beberapa foto yang berhasil saya ambil saat menginap di hotel Djagalan Raya.

47 pemikiran pada “Hotel Djagalan Raya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s