Every bites take you home

Chef Hassan Kadam duduk sendiri di dapur kekuasaannya. Masih dengan mata terpejam, tiba-tiba telinganya mendengar sebuah suara. Siapa gerangan yang masih berada di dapur saat ini? tanyanya dalam hati. Hassan berdiri dari tempatnya bersembunyi. Ia kemudian berjalan menuju sumber suara. Dalam cahaya yang remang, bisa dilihatnya punggung seorang pria yang sedang menikmati makan malamnya.

Hassan kemudian menyapa pria itu dengan bahasa Hindi. Pria itu membalas sapaan Hasan dan kemudian mangajak Hassan mencicipi makanannya. Setelah berpikir sejenak, Hassan akhirnya menerima tawaran pria tersebut.

“Istriku yang memasaknya,” kata pria di hadapannya saat Hasan menyuapkan makanan ke mulutnya. Dalam sekejap bisa dirasakannya seluruh bumbu dari masakan tersebut. Bisa dirasakannya dadanya mulai bergetar.

“Kau menyukainya?” tanya pria itu lagi. Hassan hanya bisa menjawab dengan gelengan kepala yang kerap digunakannya untuk memberi jawaban ‘ya’.

“Istriku lebih pandai memasak dari pada aku,” kata pria itu lagi.

“Di mana istrimu mendapatkan bumbunya?” tanya Hassan kemudian.

“Dikirim dari India. Kau tahu, harganya lebih murah dari tiket pesawatnya,” pria itu menjawab sambil tersenyum.

“Ada amchur.”

“Iya.”

“Dan kala jeera.”

“Dan sedikit garam masala.”

Hassan mulai menggigit bibirnya.

“Setiap gigitannya membawamu ke rumah.”

Mendengar kalimat tersebut pertahanan Hassan runtuh. Air matanya kini tumpah.

***

Cerita di atas saya ambil dari salah satu adegan dalam film The Hundred-Foot Journey. Sebuah film tentang seorang tukang masak dari India yang berhasil menjadi chef ternama di Perancis. Entah mengapa adegan yang menggambarkan kerinduan Hasan pada rumah dan keluarganya ini begitu membekas di hati saya. Pun dengan hadirnya makanan sebagai pelepas rindu itu, benar-benar mengena.

Ya, every bites takes you home.

NB: Filmnya sendiri diangkat dari buku berjudul sama. Semoga saya tidak terkena undang-undang hak cipta karena membuat versi narasinya kembali.

19 pemikiran pada “Every bites take you home

  1. Ping balik: Kado Pernikahan dari Femina | SAVING MY MEMORIES

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s