[Cerpen] DINNO DAN DHIRA

Matahari mulai menyeruak masuk ke kamar Dhira. Sementara pemiliknya masih bersembunyi di balik selimut tebalnya. Dhira tidak sadar kalau sedari tadi ada sesosok tubuh yang berdiri tepat di depan kasur empuknya dan memandang tajam ke arahnya.

“Bangun Tuan Putri! Ini sudah jam 10. Mau sampai kapan lo tidur?!”

Dhira membuka matanya demi mengetahui siapa yang berani mengganggu tidurnya. Dan ketika dilihatnya wajah tampan Dinno, dia kembali menutup matanya. Dinno terlihat mulai gemas. Ditariknya selimut yang menutupi tubuh Dhira dan dilemparkannya ke lantai.

Dhira langsung terbangun begitu sadar tubuhnya sudah tidak ditutupi selimut lagi. “Dinno! Kok selimutnya diambil sih? Dingin tahu!” Dhira lalu berdiri dan mengambil selimutnya kembali.

“Dhir, lo sudah gila ya? Hari begitu cerah gini lo bilang dingin. Bangun dan cepat mandi gih. Heran deh, cewek kok bangunnya kalah cepat sama matahari, nggak baik tahu!”

Baca lebih lanjut