2014 in review

Asisten statistik WordPress.com menyiapkan laporan tahunan 2014 untuk blog ini.

Berikut ini kutipannya:

Aula konser di Sydney Opera House menampung 2.700 orang. Blog ini telah dilihat sekitar 48.000 kali di 2014. Jika itu adalah konser di Sydney Opera House, dibutuhkan sekitar 18 penampilan terlaris bagi orang sebanyak itu untuk menontonnya.

Klik di sini untuk melihat laporan lengkap.

[Selina Story] Meeting with Friend

Cerita sebelumnya di sini.

Salah satu hal yang menguntungkan dari membuka jasa pengintai adalah Selina kini memiliki teman-teman baru. Memang tak semuanya menjadi teman akrabnya, namun setidaknya hal tersebut bisa memperluas jaringannya karena setidaknya ia masih saling berkomunikasi dengan mereka lewat jejaring sosial.

Salah satu klien yang kini menjadi teman akrab Selina adalah Vania. Gadis yang beberapa waktu yang lalu meminta bantuannya untuk menemukan pria yang disukainya itu termasuk yang cukup sering berkomunikasi dengannya. Entah itu sekadar berbalas komentar di media sosial, atau mengobrol melalui pesan pribadi. Sesekali juga Selina dan Vania bertemu untuk makan siang bersama.

Seperti saat ini, keduanya sedang menikmati sore di salah satu meja di kafe Bingo. Vania tampak semakin cantik dengan rambutnya yang kini kembali berwarna hitam. Ia juga masih mengenakan pakaian kerjanya yang sangat modis. Di hadapannya tampak Selina dengan penampilan seadanya. Ia hanya mengenakan T-shirt dan jeans belel, dengan rambut dikuncir seadanya.

“Kelihatannya kau sekarang sibuk sekali, Selina?” tanya Vania setelah menutup daftar menu di tangannya. Secangkir teh jasmine dan pancake coklat menjadi pilihannya untuk pertemuan mereka kali ini.

Baca lebih lanjut

Mesjid Nurul Jannah QMall Banjarbaru

Ada yang berbeda saat saya mengunjungi Q Mall Banjarbaru beberapa hari yang lalu. Ketika salah seorang teman akan menunaikan salat Dzuhur di musala yang ada di lantai dua, ternyata musala tersebut ditutup. Sebagai ganti, para pengunjung yang ingin menunaikan salat diarahkan untuk menuju ke masjid yang berada satu lantai di atas.

Menggunakan eskalator, kami pun bergegas menuju tempat yang dimaksud. Tepat di samping zona bermain anak Time Zone, sebuah pintu kecil bertuliskan Masjid Nurul Jannah sudah menanti. Pada bagian depannya, sebuah pohon palem diletakkan sebagai penanda.

Belasan anak tangga menanti saat kami memasuki pintu masuk. Setiba di ujung tangga, sebuah ruangan besar sudah menunggu. Di salah satu sisi terdapat rak untuk meletakkan alas kaki, juga kursi panjang untuk melepas penat. Di tengah ruangan, empat buah pohon palem ditanam sebagai penghias ruangan. Beberapa orang tampak duduk pada cetakan yang menyelimuti pohon palem, mungkin menunggu anggota keluarga mereka yang masih menyelesaikan salat.

Baca lebih lanjut

Lesehan H. Djari

Hujan menyapa Ahad pagi di kota Banjarmasin. Lima orang wanita, di kediaman mereka masing-masing saling bertukar pesan melalui ponsel mereka.

“Jadi nggak kita berangkat? Hujan lebat, nih,” kata wanita pertama.

“Jadi aja. Kita tunggu sampai hujan reda,” jawab wanita yang lain.

“Ada yang berpikiran dibatalkan saja rencananya?” tanya wanita yang satu lagi.

“Nggak. Kita tetap berangkat. Insya Allah hujannya tidak lama,” wanita kedua bersikeras meski sebenarnya hujan masih turun dengan lebatnya

Wanita ketiga pun akhirnya mengalah, dan setuju untuk menunggu hujan reda. “Ok,” begitu balasnya melalui ponselnya.

Sekitar pukul delapan, hujan reda. Keempat wanita berkumpul di depan perpustakaan daerah kota Banjarmasin, untuk kemudian berangkat bersama-sama menuju kota tetangga, Banjarbaru. Seorang lagi teman mereka sudah mendahului bersama temannya. “Kita langsung bertemu di Murjani saja,” begitu katanya lewat pesan BBM.

Baca lebih lanjut