Mengintip Dunia Kerja dalam Misaeng

Jang Geu Rae bekerja di One International atas bantuan dari seorang Direktur pada perusahaan besar tersebut. Hal ini membuatnya langsung mendapat sorotan sebagai karyawan magang yang masuk perusahaan karena koneksi. Selain itu, latar pendidikannya yang hanya setara SMU dan tanpa pengalaman kerja semakin membuatnya dipandang buruk. Bahkan manager yang menjadi atasannya pun sempat tak menyukainya atas statusnya tersebut.

Meski begitu, Jang Geu Rae tak menyerah. Dengan cepat ia belajar untuk mengejar ketertinggalannya. Untungnya meski tak memiliki latar belakang pendidikan yang tinggi, Jang Geu Rae memiliki kemampuan bermain Go yang cukup baik. Inilah permainan yang membuatnya berhenti dari SMA agar bisa menjadi pemain profesional. Sayangnya impian Jang Geu Rae kandas. Namun siapa sangka permainan Go yang dilakoninya selama belasan tahun ternyata bisa membantunya bertahan di One International. Ini tentunya turut didukung dengan atasan dan rekan kerja yang bisa membimbingnya dengan baik.

Lain Jang Geu Rae, lain pula kisah tiga teman lainnya sesama karyawan baru di One International. Ahn Young Yi, Jang Baek Gi dan Han Seuk Yul adalah tiga karyawan yang bisa dibilang memiliki tingkat kompetensi yang sangat baik. Mereka berasal dari perguruan tinggi ternama, menguasai bahasa asing, juga sangat cemerlang di masa magang mereka.

Baca lebih lanjut

Lomba Balogo

Jelang ulang tahun perusahaan, layaknya tahun-tahun sebelumnya kantor tempat saya bekerja mengadakan beberapa pertandingan. Entah itu antar departemen atau yang berskala lokal. Untuk antar departemen, pertandingan yang diadakan meliputi pertandingan olah raga dan beberapa permainan beregu yang cukup seru untuk diikuti. Biasanya untuk lomba antar departemen ini diadakan pada hari Jum’at.

Untuk tahun ini, salah satu permainan beregu yang dijadikan ajang perlombaan adalah lomba Balogo. Lomba Balogo ini merupakan salah satu permainan tradisional di daerah Kalimantan Selatan. Saya sendiri hanya sering mendengar permainan ini tanpa pernah memainkannya. Di masa kecil, permainan tradisional yang sering saya mainkan antara lain gobak sodor, kelereng, lompat tali, patuk lele, dan main inting (nggak tahu bahasa indonesianya). Karena penasaran, saya pun setia menunggu hingga pertandingan ini dimulai.

Usai permainan gobak sodor selesai, pemainan balogo pun dimulai. Saya lihat dua orang petugas meletakkan dua buah segitiga kecil secara berjejer -dengan jarak sekitar 2 atau di meter antar segtitiga- di lapangan yang digunakan. Dua buah benda pipih berbentuk (seperti) hati dan sebuah tongkat juga disediakan dalam permainan ini. Untuk pesertanya sendiri, dipilih dua orang dari setiap departemen.

Baca lebih lanjut

Proyek Akhir Tahun

bagian bawah jembatan

Akhir tahun 2012 ini bisa dibilang menjadi akhir tahun paling sibuk sepanjang masa bekerja saya. Mengapa saya bisa berkata begitu? Ini karena pada kuartal terakhir tahun ini saya mendapat kepercayaan untuk memegang dua proyek pengawasan dalam kota. Yang pertama, pengawasan rehabilitasi atap rumah jabatan, dan yang kedua pengawasan rehabilitasi jembatan kayu di kota Banjarmasin.

Sejak awal, sebenarnya saya cukup keberatan dengan tanggung jawab baru ini. Soalnya, selain harus melakukan pengawasan atas 2 proyek tersebut, saya juga bertanggung jawab atas segala urusan administrasinya, yang berpotensi menambah beban kerja saya di akhir tahun. Dan ternyata, dugaan saya benar. Jelang akhir tahun saya diserang perasaan panik karena dikejar-kejar pekerjaan.

Baca lebih lanjut