[FF] Supervisor

Sosok itu berjalan memasuki ruangan tempatku bekerja selama beberapa bulan terakhir. Jangkung, kurus, dengan bahu sedikit membungkuk yang membuatnya terkesan ringkih. Usianya kutebak sekitar akhir tiga puluhan, dengan bibir menghitam akibat puluhan batang rokok yang diisapnya selama bertahun-tahun. Aku tak pernah menyukai pria perokok. Namun untuk sosok yang satu ini, sepertinya akan ada pengecualian.

Masih dengan gaya santainya sosok itu kini berjalan mendekati mejaku. Dari tempatku duduk bisa kulihat bagian depan rambutnya yang masih basah usai mengambil wudhu dan menunaikan salat (hal yang menurutku membuatnya terlihat dua kali lebih menarik). Meski begitu tetap saja kurasakan ketegangan yang meningkat seiring semakin dekatnya jaraknya dengan meja kerja yang kutempati. Kuperbaiki posisi dudukku agar terlihat lebih formal dan sopan di hadapannya.

“Gimana gambar dan perhitungan RAB-nya? Sudah selesai, belum?” tanyanya tanpa basa-basi begitu berdiri di sampingku.

Baca lebih lanjut