5 Hal yang Menganggu Pemandangan dalam Berkendara

chair-1840011_640

Gambar : Pixabay

Sebagai seorang karyawan di sebuah perusahaan daerah, sehari-hari saya menggunakan motor untuk mengakomodasi keperluan saya dalam bermobilisasi. Biasanya, perjalanan dari rumah menuju kantor memakan waktu kurang lebih 15 menit. Di Banjarmasin sendiri, bisa dibilang rata-rata penduduknya menggunakan motor untuk kemana-mana. Mungkin karena Banjarmasin kotanya kecil dan lebih gampang naik motor ketimbang naik mobil atau angkutan kota.

Namanya pengendara motor, tentu ada saja suka duka yang saya rasakan. Mulai dari terserempet di jalan, jatuh dari motor, hingga ban bocor. Selain kejadian-kejadian kecil macam tadi, kadang-kadang dalam perjalanan naik motor ini saya menemukan berbagai pemandangan baik yang menyenangkan maupun yang membuat saya merasa terganggu. Pemandangan menyenangkan biasanya berhubungan dengan keindahan alam atau hal-hal baru yang saya temui dalam perjalanan. Sedangkan pemandangan yang mengganggu biasanya berkaitan dengan orang-orang yang saya temui sepanjang perjalanan. Nah, untuk kali ini, saya ingin berbagi beberapa hal yang membuat saya merasa terganggu dalam perjalanan:

Baca lebih lanjut

Belajar tentang ASI di Kelas EdukASI AIMI Kalsel

20161124_153634.jpg

Hari itu, saya bersiap menuju IAIN Antasari untuk mengikuti Kelas EdukASI yang diadakan oleh AIMI Kalsel. Saat akan berangkat, ibu tiba-tiba menegur saya.

“Mau ke mana lagi?” tanya ibu.

“Mau belajar tentang ASI. Lanjutan yang kemarin,” jawab saya. Memang hari sebelumnya saya sudah mengikuti kelas pertama dari Kelas EdukASI ini

“Ah, menyusui aja harus ikut kelas segala. Mama dulu nggak pakai belajar lancar-lancar aja ASI-nya,” kata ibu saya lagi.

Saya hanya tersenyum mendengar jawaban ibu saya itu. Memang sebagai ibu dari 3 orang anak, ibu saya terbilang sukses memberi ASI pada saya dan kedua adik saya. Seingat saya, tak satupun dari kami yang berkenalan dengan susu formula di masa kecil. Ya selain karena susu formula mahal juga karena ASI ibu saya cukup tadi.

“Ya mumpung gratis ini, Ma,” jawab saya kemudian. Usai percakapan singkat dengan ibu, saya pun langsung memacu motor menuju lokasi acara.

Baca lebih lanjut

[Coba Resep] Lekker Holand

Beberapa waktu yang lalu, di linimasa facebook saya bertebaran resep kue Lekker Holland. Dilihat dari namanya sih ini pasti kue dari Belanda. Saya lihat cara membuatnya juga gampang sekali. Penasaran, saya pun mencoba resep ini untuk cemilan weekend di rumah. Berikut adalah resep kue Lekker Holland yang saya dapat dari cookpad :

Bahan :

250 gr tepung terigu

200 gr margarin

150 gr gula pasir

1 butir telur

1 sachet susu bubuk

Baca lebih lanjut

Membuat Blog Impian dengan DomaiNesia

membuat-blog-impian-dengan-domainesia

Saya mengenal dunia blog sejak tahun 2007. Saat itu, saya hanya tahu kalau blog itu adalah semacam diary online, tempat kita menuliskan curhat ataupun pemikiran kita namun bisa dibaca oleh orang banyak. Setelah sekian tahun ngeblog, mulai dari curhat nggak jelas hingga belajar untuk lebih informatif, tentunya muncul keinginan dalam hati saya untuk bisa menjadikan blog saya lebih profesional alias menjadi dotcom. Apalagi sekarang profesi blogger juga sedang hit-hitnya. Blogger tak lagi dipandang sebelah mata, namun sudah dianggap sebagai partner bisnis yang menguntungkan.

Nah, berhubung punya niat untuk menjadikan blog lebih profesional, tentunya saya harus menyiapkan langkah-langkah yang harus ditempuh. Ada beberapa langkah yang harus saya ambil, diantaranya:

Pertama, menentukan niche blog. Rencananya, nantinya akan akan tetap berisi tentang keseharian, atau yang lebih dikenal dengan lifestyle blog. Pilihan saya untuk lifestyle blog ini lebih karena lebih mudah dalam mencari bahan postingannya sehingga saya tidak terlalu terbebani dalam ngeblog nantinya.

Kedua, karena niche-nya yang lifestyle alias gado-gado, tentunya saya harus membuat membuat postingan dengan tema-tema tertentu. Entah itu tentang kehidupan rumah tangga, review, fiksi atau tema lain yang saya kuasai. Pemberian tema ini tentunya akan membuat pembaca merasa lebih nyaman dalam memilih bacaan pada blog saya nanti. Rencananya postingan bertema ini juga akan ditayangkan dengan jadwal-jadwal khusus.

Baca lebih lanjut

Jenis Kelaminnya Apa? Mau Melahirkan Di mana?

“Jenis kelaminnya apa?”

Memasuki usia kandungan 5 bulan, saya mulai sering mendapat pertanyaan seperti ini dari orang sekitar. Memang bisa dibilang ini adalah salah satu pertanyaan yang paling sering muncul saat seorang ibu hamil mulai membuncit perutnya. Ada yang bertanya secara langsung, ada juga yang iseng iseng menebak-nebak dari bentuk perut dan wajah si ibu hamil. Menanggapi pertanyaan ini, biasanya saya hanya tersenyum dan memberikan jawaban sesuai yang diberikan dokter setelah pemeriksaan USG.

Dari yang saya tahu, jenis kelamin janin mulai terbentuk saat kehamilan berusia 3-4 bulan dan bisa diketahui saat pemeriksaan USG. Karena itulah, saat usia kehamilan memasuki minggu 17, saya berinisiatif menanyakan jenis kelamin janin yang dikandung pada dokter yang memeriksa saya. Dokter kemudian meletakkan alat USG pada bagian yang memperlihatkan bagian kaki janin. “Belum jelas, sih. Tapi kayaknya sih perempuan. Lihat ini ada belahannya. Biasanya kalau ada belahan begini jenis kelaminnya perempuan,” kata dokter sambil menunjukkan bagian sebelah dalam kaki janin.

Saya hanya manggut-manggut mendengar penjelasan dokter. Aslinya sih saya dan suami ingin memiliki anak laki-laki. Meski begitu, tentu saja kami tetap antusias menyambut kehadiran Dede bayi. Apalagi ini anak pertama. Toh kalau misalnya anak pertama perempuan, bisa program lagi buat anak kedua. Hehe. “Lagian kalau perempuan biaya akikahnya nggak mahal,” canda saya pada suami sepulang dari pemeriksaan kehamilan rutin hari itu.

Baca lebih lanjut