Pantai Takisung yang Kini Berwarna

Ada yang menarik dari pemandangan di bibir pantai Takisung. Dari kejauhan bisa saya lihat pesisir pantai tampak berwarna-warni. Setelah didekati, ternyata warna-warni itu berasal dari payung-payung yang ditegakkan di tepian pantai. Di bawahnya, tampak beberapa orang sedang duduk bersantai sambil memandangi mereka yang asyik berenang.

“Mau sewa payung, Bu? Biar kada kepanasan. Tiga puluh ribu aja,” begitu kata seorang pemuda pada saya dan suami. Selain pemuda tersebut, beberapa pemuda lain juga menawarkan payung milik mereka. Rupanya di pantai ini, setiap payung memiliki pemilik yang berbeda-beda.

“Bentar, Mas. Saya mau nyari keluarga yang lain dulu,” balas saya pada si pemuda. Mata saya sibuk mencari-cari beberapa sosok yang sebelumnya membersamai kami dalam perjalanan menuju Pantai Takisung.

“Wah, kayaknya mereka sudah dapat payung duluan, Mas. Maaf, ya,” kata saya setelah menemukan sosok paman dan salah satu sepupu saya. Pemuda itu tampak tak keberatan dengan penolakan saya dan langsung berjalan menjauh. Setelahnya kami pun berjalan menuju anggota keluarga saya sedang duduk santai.

IMG_20160214_114044

Payung-payung yang menghiasi bibir pantai

Pantai Takisung merupakan salah satu pantai yang terletak di Kabupaten Tanah Laut. Pantai ini termasuk salah satu pantai yang paling populer di provinsi saya. Jaraknya sendiri kurang lebih dua jam perjalanan dari Banjarmasin.

Saya dan keluarga berkesempatan mengunjungi pantai ini beberapa minggu yang lalu. Saat itu kebetulan ada undangan syukuran sunatan salah satu keluarga jauh di kota Pleihari. Karena sudah cukup lama tidak piknik, saya dan suami langsung setuju untuk datang dan menyewa sebuah mobil agar bisa berangkat bersama paman dan sepupu-sepupu yang lain.

Selain payung yang disediakan untuk berteduh, Pantai Takisung kini juga menyediakan perahu karet dan banana boat. Ada juga perahu motor bagi mereka yang ingin mengunjungi pulau seberang.

Saya sendiri hari itu memilih wahana banana boat untuk kami sekeluarga. Untuk bisa menaiki banana boat, setiap orang dikenakan dua puluh ribu rupiah. Atau jika ingin murah, bisa mencarter satu banana boat seharga seratus lima puluh ribu rupiah. Banana boat ini nantinya akan ditarik menggunakan perahu motor menuju tengah pantai dan kemudian kembali ke bibir pantai.

DSC02462

Banana Boat

IMG_20160214_114436

Perahu karet

Jika untuk arena pantainya ada banana boat dan perahu karet, untuk arena daratannya juga disediakan fasilitas berupa motor roda empat. Sayangnya sepertinya penggunaan motor roda empat ini hanya untuk sirkuit tertentu yang dibuat di pesisir pantai. Jika saja motornya bisa dipakai untuk menyusuri pantai tentunya lebih mengasyikkan.

IMG_20160214_124335

Motor roda empat dan sirkuitnya

IMG_20160214_124325

Adanya peningkatan fasilitas di pantai Takisung ini tentu saja membuat saya senang. Terakhir kali saya ke pantai Takisung, pantai ini masih berupa pantai biasa dengan pasir dan airnya berwarna kecoklatan. Fasilitas ruang gantinya juga saya rasa kurang memadai.

Sekarang Pantai Takisung sudah mulai berbenah dan semakin banyak mendapat pengunjung. Semoga ke depannya pantai ini bisa lebih baik lagi.

DSC02456

DSC02452

Si Mas sedang menatap bibir pantai

8 pemikiran pada “Pantai Takisung yang Kini Berwarna

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s