Pernak-Pernik Resepsi Pernikahan

“Yana, badan kamu menghadap ke suami, terus tatap mata suaminya. Suaminya pegang tangan istrinya, lalu menatap mata istrinya,” begitu kata wanita dengan tutup kepala itu pada saya dan suami. Tubuhnya sejak tadi bergerak-gerak mengarahkan saya dan suami, sementara sang partner (yang juga suaminya) mengambil setiap angle yang telah dianggap menarik.

Saya, yang beberapa jam sebelumnya sudah resmi menyandang status istri hanya bisa menahan tawa sambil mengikuti instruksi yang diberikan. Saya bukanlah orang yang gemar difoto. Pria yang menjadi suami saya baru delat dengan saya lima bulan sebelumnya. Jelas rasanya cukup aneh jika kami harus berpose mesra seperti itu.

Beberapa minggu kemudian, saya dan suami menerima hasil foto dari hari pernikahan kami. Saya tatap foto saya berdua suami yang gayanya diarahkan oleh ibu fotografer. Di sana wajah saya terlihat cantik dan kami benar-benar terlihat seperti raja dan ratu. Memang sih saya agak gemuk. Lalu ada juga beberapa editan yang kurang halus. Namun secara keseluruhan foto tersebut tak terlalu mengecewakan 🙂

Baca lebih lanjut