Diskon Lebaran

Beberapa hari jelang akhir Ramadhan, saya dan anggota keluarga berkunjung ke satu-satunya mal di kota kami. Seperti yang selalu terjadi di tahun-tahun sebelumnya, di penghujung bulan Ramadhan, pusat perbelanjaan pasti dipenuhi oleh mereka-mereka yang ingin berbelanja keperluan hari raya (termasuk juga saya). Memang tidak dipungkiri rayuan diskon besar-besaran selalu menjadi magnet yang sulit untuk ditolak.

Saat itu, sambil menunggu antrian di kasir sayup-sayup saya mendengar suara dari speaker di departmen store tersebut.

“Yak, untuk urutan pertama sementara dipegang oleh Bapak X dengan total belanjaan 3 juta rupiah. Ayo siapa lagi yang ingin mengikuti jejak Bapak X dan mendapat voucher belanja senilai 1 juta rupiah!”

Saya hanya bisa geleng-geleng kepala mendengar pengumuman tersebut. Belanja apa ya kira-kira si Bapak sampai berjuta-juta begitu? Tanya saya dalam hati. Memang sih ada beberapa merk pakaian yang harga satu lembarnya saja hampir satu juta. Tapi kalau saya sih kayaknya tidak akan terbeli baju semahal itu. Belum lagi biasanya voucher yang diberikan itu hanya bisa digunakan untuk hari itu juga. Itu artinya, si pembeli harus segera membelanjakan voucher dengan syarat dan ketentuannya berlaku itu.

Usai pengumuman itu terdengar, tiba-tiba saja seorang ibu yang juga menunggu antrian menyelutuk, “Ah, siapa juga yang mau belanja sebanyak itu. Kecuali itu belanjaannya gabungan dari beberapa orang.”

Saya langsung tertarik mendengar celutukan ibu tersebut. Saya perhatikan kembali penampilan beliau. Wajahnya cantik dengan usia kira-kira seusia ibu saya. Dari penampilannya, sepertinya beliau juga dari kalangan yang cukup berada.

“Iya. Benar juga, ya, Bu. Bisa jadi belanjaannya itu gabungan beberapa orang, ya,” sahut saya pada beliau.

Si ibu hanya tersenyum mendengar sahutan saya. Tak lama kemudian tiba giliran beliau untuk membayar. Sempat saya intip tagihan belanjaan beliau kala itu. Semuanya di bawah satu juta rupiah.

39 pemikiran pada “Diskon Lebaran

  1. Beruntung saya gak tergoda diskon. Lebaran kemaren saya masih pakai baju tahun lalu. Sekarang prinsip saya kalo perlu/butuh baru beli. Tidak mau lagi beli berdasarkan keinginan.

    Itu mall yang di jalan ahmad yani km2 simpang ulin itukah?
    Sewaktu saya di Banjarmasin mall itu baru buka.

    • kalau saya masih sering tergoda buat beli gamis-gamis baru pas ke pasar. tapi harganya milih yang murah-murah aja. heu
      iya, mas. itu mal yang di a. yani km. 2. sekarang udah lebih besar dan dibangun hotel di sampingnya

  2. Beuh, mungkin si bapak memang niat banget buat dapat diskon itu sampai rela menggabung voucher beberapa orang Mbak, siapa tahu ada barang seharga hampir satu juta yang sangat ingin dia beli :hehe. Tapi memang sih, diskon yang besar sangat menggoda sekali :haha, mesti kuat-kuat tahan diri supaya tidak kalap :wkwk.

  3. Di DM saya cuma pernah beli makanan, tiket bioskop dan buku di Gr*media, ngga pernah belanja kebutuhan sehari-hari/ pakaian, karena kalau di Mall walaupun lagi Diskon, lebih murah di pasar dan barang2nya nggak kalah bagus dan cocok dengan kantong saya Mbak, xixixixi πŸ˜€

  4. I think klo pun bukan belanja gabungan, pasti belanjaan nya si istri, bukan dia sendiri kan si bapak yg bagian bayar, istri nya mah bagian ambil ini ambil itu πŸ˜€

    *kangen bangeeet, keknya bertahun tahun ga bw kesini

  5. Jadi inget, sekitar bulan Mei lalu saya belanja yg katanya akan dapet voucher kalo di atas 2 juta.
    Saya belanja yg terhitung sama mereka 1,8jt. Padahal saya belanja udah sampe 2,3jt. Satu kuitansinya ga keitung untuk dapetin voucher itu. Saya juga baru sadar pas di rumah.
    Anyway, belanja emang kadang di luar perhitungan. Apalagi kalo lagi galau. Mungkin, bapak2 yg belanja sampe 3juta itu lagi galau. Soalnya saya saat itu gitu. Hahahaha…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s