Sebulan Berlayar

Jam di ruangan tengah menunjukkan angka lima tiga puluh. Di hadapan saya tampak bumbu dapur yang masih harus dihaluskan. Sementara pada kompor gas yang menyala seekor nila sedang dipanggang di atas wajan happycall. Di kompor yang lainnya, sebuah penggorengan sudah mulai memanas permukaannya.

Saya mulai panik! Sementara bumbu masih harus dihaluskan, saya juga harus menyiapkan teh panas untuk berbuka. Akhirnya saya pun berdiri. Sebelumnya saya kecilkan terlebih dahulu api kompor yang sedang menyala. Saya kemudian berjalan menuju kamar tengah. Di sana tampak suami saya sedang terlelap.

“Mas, tolongin aku,” kata saya pada suami yang sedang istirahat sore. Suami saya terbangun. Dilihatnya saya dengan tampang awut-awutan. Belum lagi suami saya beranjak dari tempat tidur, saya sudah setengah berlari kembali ke dapur.

Tak lama suami bergabung dengan saya di dapur. Sementara saya menyelesaikan sayur yang ingin dibuat, ia membantu menggoreng ikan seluang yang sudah saya bumbui beberapa jam sebelumnya. Tak lama kemudian, menu berbuka pun siap disajikan. Ikan nila bakar dengan sayur daun singkong santan plus ikan seluang goreng kering.

***

Baca lebih lanjut