[Naskah Ditolak] Apel Pagi

Barisan sudah disiapkan. Para peserta apel berdiri dengan posisinya masing-masing. Ada yang berdiri tegap, ada pula yang separuh menyandarkan kakinya. Tak lama kemudian seorang dari barisan direksi berjalan menuju podium yang telah disediakan di tengah lapangan. Tingginya sedang, dengan bahu sedikit membungkuk dan rambut yang mulai memutih. Gumaman-gumanan kecil langsung terdengar begitu para peserta apel mengetahui siapa yang akan memimpin apel pagi itu. Untuk pagi ini, sepertinya apel akan berjalan lebih lama dari biasanya.

Begitulah rutinitas yang saya lakukan setiap pagi di tempat kerja yang sekarang. Pukul setengah delapan tepat kami berkumpul di lapangan depan untuk mengikuti apel pagi. Setelah semua peserta upacara berikut para pejabat struktural terkumpul, apel pagi dimulai.

Secara bergiliran, salah satu dari pejabat struktural akan menjadi pemimpin apel tersebut. Apel dimulai dengan menyerukan yel-yel dan melafalkan ikrar dari perusahaan tempat saya bekerja. Biasanya juga, satu atau dua orang dari karyawan diminta maju ke depan untuk melafalkan ikrar tersebut. Setelah yel-yel dan ikrar selesai dilafalkan, bisa dilanjutkan dengan beberapa pengumuman atau sedikit pesan-pesan dari pemimpin apel.

Baca lebih lanjut