Ullam Paadum

2 States bisa dibilang merupakan film Bollywood favorit saya selama tahun 2014 ini. Diadaptasi dari novel Chetan Bhagat yang berjudul sama, film ini bercerita tentang bagaimana sepasang kekasih memperjuangkan cinta mereka yang terhalang perbedaan suku dan budaya.

Salah satu scene favorit saya dalam film ini tentu saja ada pada bagian akhir, saat pernikahan akhirnya dilangsungkan. Lokasi pengambilan gambar yang sangat indah plus lagu pengiring yang keren membuat adegan pernikahan Krish dan Ananya terasa sangat khidmat. Kalau soal akting, saya angkat jempol buat Alia Bhat yang sukses menjalankan adegan pernikahan tersebut dengan sangat baik.

Baca lebih lanjut

Balada TV Layar Datar

Akhir tahun 2013 lalu, saya bersama adik membeli sebuah televisi layar datar berukuran 32 inch. Ada beberapa pilihan kala itu, namun pada akhirnya kami memilih tv layar datar keluaran Jepang yang namanya sudah cukup mendunia. Harapan kami, televisi yang dibeli kala itu bisa awet hingga beberapa tahun ke depan.

Jelang satu tahun penggunaan televisi, adik laki-laki saya melapor, “A, itu tipinya layarnya bergaris-garis. Saya pun menyalakan televisi. Benar kata adik saya. Ada semacam garis-garis yang menutupi bagian atas layar televisi. Mulanya kami mendiamkan saja garis t Mulanya garis hitam tersebut hanya ada pada bagian atas. Namun lama kelamaan garis hitam itu semakin membesar hingga akhirnya seluruh layar televisi. Mau tak mau kami harus membawa televisi ke service center. Itu adalah kali kedua kami membawa televisi itu ke service center setelah sebelumnya secara tiba-tiba suaranya menghilang.

Begitu tiba di service center, pihak teknisi langsung melakukan pemeriksaan pada televisi. Mereka menyalakan televisi, dan seperti yang terjadi saat berada di rumah, garis-garis hitam mendominasi layar televisi tersebut.

“Mbak ini tivinya pernah dikencingin kucing, ya?” tanya teknisi tersebut setelah memeriksa televisi kami.

Baca lebih lanjut

[Selina Story] Investigasi Pertama – part 2

Cerita sebelumnya di sini.

Keduanya sudah kembali ke ruangan Sony. Berbeda dengan saat ia berada di ruangan tersebut beberapa menit sebelumnya, kali ini di hadapan Selina sudah terhidang secangkir teh hangat dan dua potong brownies sebagai pengisi perut.

“Bagaimana pendapatmu? Apakah pelakunya juga seorang Auralis?” Tanya Sony usai menyesap kopinya.

“Hmm. Ini agak membingungkan. Bisa jadi pelakunya ini memiliki kemampuan menghilang sepertiku. Tapi aku masih tak tahu bagaimana cara orang itu mengambil berkas itu dari lemarimu tanpa membukanya terlebih dahulu.”

“Bukankah selain menghilang kau juga mampu menembus benda padat? Maksudku tidak mungkin bukan kau bisa melakukan pengintaian jika kau harus menunggu seseorang untuk membukakanmu pintu?”

“Benar. Tapi benda padat yang bisa kulewati itu berupa dinding atau pintu. Kalau lemari seperti ini jelas tidak bisa kulewati. Lagipula seandainya bisa pun bagaimana aku bisa memastikan aku mengambil dokumen yang benar?”

Baca lebih lanjut

Pendidikan Anak-anak

Hari itu, seperti biasa saya datang ke rumah ustadzah untuk menyetorkan hafalan. Ada beberapa orang yang hadir pada pertemuan hari itu. Dua orang santri lama, dan tiga orang santri yang baru naik ke kelas tahfidz. Selain para santri, ada juga Asma, putri bungsu ustadzah. Beberapa minggu tak bersua, balita berusia dua tahun itu terlihat lebih kurus dari sebelumnya.

Sambil menunggu giliran menyetor, saya pun mulai membaca ulang ayat-ayat yang akan saya setor hari itu. Seperti biasa, berada di tempat tahfidz membuat proses menghafal saya lebih cepat ketimbang berada di rumah. Beberapa teman lain juga melakukan hal yang sama. Sedangkan Asma, tampak sibuk dengan kegiatannya sendiri.

Saat tiap orang sibuk dengan hafalannya masing-masing, tiba-tiba saja Asma turut bersuara. Dengan pelafalan yang seadanya, Asma menghafalkan surah Ad-Dhuha yang kebetulan sedang dihafalkan salah satu santri baru. Kami yang mulanya sibuk dengan hafalan masing-masing sontak menghentikan kegiatan hafalan kami, dan terpana melihat kelakuan Asma tersebut. Tak hanya turut menghafal, Asma bahkan turut membuka al qur’an yang ada di meja, dan meminta salah satu dari kami menjagakan hafalannya. Sungguh sebuah pemandangan yang menakjubkan bagi saya.

Baca lebih lanjut

Aging Gracefuly

Beberapa tahun yang lalu, saya menemani ayah melakukan tes kesehatan di salah satu Rumah Sakit Umum di kota saya. Saat itu merupakan awal dari menurunnya kondisi kesehatan ayah saya, yang pada akhirnya membuat beliau harus pensiun dini dari kantor tempatnya bekerja. Ada cukup banyak antrian hari itu. Salah satunya adalah seorang nenek yang ingin mengambil hasil tes kesehatannya.

Sembari menunggu hasil tesnya diambil, salah satu analis yang ada di ruangan tersebut bertanya pada sang nenek, “Nek, apa rahasianya biar awet muda?”

Mendengar pertanyaan sang analis, saya pun langsung menegakkan telinga. Pasti ada hal yang sangat istimewa hingga sang analis bertanya seperti itu.

“Nenek ini kelahiran tahun tiga puluhan,” kata sang analis lagi sambil memegang fotokopi kartu identitas sang nenek. Mendengar hal tersebut, segera saya perhatikan lagi sang nenek. Meski sudah tua, raut wajah nenek tersebut masih menyisakan kecantikan masa mudanya. Gaya berpakaiannya juga menunjukkan kalau beliau berasal dari kalangan yang cukup berada. Soal umur, saya menebak usia beliau sekitar enam puluhan. Pantas saja analis itu sampai bertanya begitu. Si nenek benar-benar tidak terlihat seperti berusia delapan puluh! Kata saya dalam hati.

Baca lebih lanjut