[FF] Pertemuan Rahasia

“Jangan dekati suamiku lagi,” begitu kata perempuan di hadapanku. Wajahnya bulat telur, bermata sendu. Rambutnya lurus sebahu, dibiarkan tergerai. Ia mengenakan blouse warna biru muda dan celana berwarna khaki. Ayu, begitu aku menyebut penampilannya hari ini.

“Kau tahu kan aku tidak ada hubungan apa-apa dengan suamimu?” jawabku atas permintaannya tersebut.

“Ya, aku tahu. Namun aku merasa keberadaanmu membahayakan pernikahan kami,” jawabnya lagi. Kali ini terdengar ketegasan dalam nada bicaranya. Menandakan bahwa dia tidak ingin dikalahkan.

Aku pun akhirnya menghela nafas. “Baiklah kalau itu maumu. Mulai sekarang aku tidak akan menghubungi suamimu.”

“Kuharap kali ini kau serius dengan janjimu. Jangan lupa kau sudah membohongiku dua kali.”

Aku lagi-lagi hanya menghela nafas. Sebegitu cemburunyakah dirinya padaku hingga harus melakukan semua ini? Tak cukup dengan mengingatkan lewat telepon dan sms, dia bahkan rela terbang dari kotanya hanya untuk menemuiku?

Ya, aku tahu aku telah salah karena tanpa sengaja melanggar janjiku padanya untuk tidak berkomunikasi lagi dengan suaminya. Tapi tentunya aku memiliki alasan sendiri mengapa bisa melanggar janji tersebut. Lagipula seperti yang sudah kukatakan padanya, aku dan suaminya benar-benar tak ada hubungan apa-apa. Biar bagaimanapun, aku masih cukup waras untuk tidak mencintai pria beristri.

“Dia menelponku berkali-kali. Aku tak mungkin terus-terusan mengabaikannya. Atau perlu kukatakan pada suamimu kalau kau memintaku untuk tidak berbicara lagi dengannya?” jawabku akhirnya yang sukses membuat sosoknya terdiam sejenak. Jujur lama-lama aku merasa terganggu dengan perlakuan perempuan di hadapanku ini.

“Err.. tak perlu. Kau tak perlu mengatakan apapun pada suamiku. Pokoknya jangan berhubungan lagi dengannya. Itu saja,” katanya akhirnya dengan nada melunak.

“Baiklah kalau begitu. Kalau sudah tidak ada yang ingin dibicarakan kurasa kita tutup saja pertemuan ini. Aku masih banyak pekerjaan,” kataku. Kuhabiskan minuman yang kupesan dan kubereskan beberapa barangku. Di hadapanku, kulihat perempuan itu juga melakukan hal yang sama.

Tanpa perlu basa-basi kami pun berpisah. Beruntung café yang kupilih kali ini menggunakan sistem pembayaran di muka, sehingga kami tak perlu repot urusan pembayaran makanan. Segera kulajukan motorku menuju kantor. Tak kupedulikan lagi sosok perempuan yang kutemui sebelumnya. Apakah dia kembali ke hotel dan langsung kembali ke kotanya, atau memutuskan berkeliling kotaku terlebih dahulu? Aku merasa tak perlu mengetahuinya.

Setiba di kantor, secara refleks aku mengecek ponselku. Beberapa notifikasi tampak di bagian atas layar. Kubaca satu persatu pesan yang masuk, dan hanya bisa menghela nafas ketika membaca sebuah pesan.

Tania, apakah istriku menemuimu? Begitu isi dari pesan itu. Dikirim oleh Ruly, temanku sejak SMA.

17 pemikiran pada “[FF] Pertemuan Rahasia

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s