[Selina Story] Memikirkan Tawaran

Cerita sebelumnya di sini.

Selina mengerutkan keningnya. Diletakkannya kembali sendok dan garpu yang ia gunakan untuk makan. Disandarkannya tubuhnya pada sandaran kursi yang ia duduki sekarang. Kedua tangannya kini disedekapkan di atas perutnya.

“Kau ingin menggunakan jasaku untuk menemukan pencuri di kantormu? Apakah kantormu tidak punya seksi keamanan?” tanya Selina kemudian. Entah kenapa ia agak kecewa mendengar permintaan Sony hal tersebut. Mungkin tanpa disadarinya ia telah menaruh sedikit harapan pada pria di hadapannya ini.

“Aku melakukan ini karena kurasa hanya kau yang bisa membantuku.”

“Apa maksudmu hanya aku yang bisa membantumu?” tanya Selina kemudian.

“Bukankah sudah kukatakan? Kami tak dapat menemukan pencurinya.”

“Memangnya di kantormu tidak ada CCTV?”

“Pencurinya tidak terekam dalam CCTV.”

Baca lebih lanjut