Bromance

Ketika menonton 21 Jump Street sekitar dua tahun yang lalu, saya tak memiliki ekspektasi apa-apa atas film yang diangkat dari serial tahun 80-an ini. Saya bukan penggemar Channing Tatum, pun belum pernah melihat akting Jonah Hill. Versi serial aslinya pun saya belum pernah menontonnya. Bekal saya kala itu hanyalah beberapa review mengatakan kalau film ini bagus dan sangat menghibur.

Setelah akhirnya menonton filmnya, saya serta merta setuju dengan pendapat para reviewer film itu. Channing Tatum dan Jonah Hill sukses membangun chemistry sebagai sepasang polisi bersahabat yang bertugas melakukan penyamaran di sebuah SMA. Aksi-aksi yang ditawarkan dalam film tersebut juga cukup menghibur. Dengan kata lain, di mata saya 21 Jump Street adalah sebuah film yang pas takarannya.

Berbekal dari kesuksesan film pertamanya memikat hati saya, maka ketika 22 Jump Street dilempar ke pasaran, tanpa pikir panjang saya pun langsung menontonnya. Bersama dengan beberapa rekan kantor, dan masih dengan pakaian kerja, kami berbondong-bondong menonton film ini. Awalnya, ada sedikit kekhawatiran di hati saya jika ternyata teman-teman kantor saya tak menyukai film ini. Namun kemudian, kekhawatiran saya segera menghilang ketika teman-teman dan penonton bioskop lainnya tertawa terpingkal-pingkal menyaksikan kegilaan Schmidt dan Jenko.

Baca lebih lanjut