[Selina Story] Kesempatan Kedua

Cerita sebelumnya di sini.

Penunjuk waktu di laptop Selina menunjukkan angka 11.53 ketika sosok itu hadir di toko miliknya. Mengenakan setelan jas lengkap dengan dasinya, kulit kecoklatan, dengan tinggi badan kurang lebih lima sentimeter di atas Selina. Saat sosoknya memasuki ruangan, disapukannya pandangan ke seluruh ruangan sebelum akhirnya melangkahkan kaki menuju tempat persembunyian Selina.

“Selina…”

Menghentikan pekerjannya, Selina mendongak ke arah pemilik suara.

“Kau?” katanya kemudian. Tak mungkin rasanya bagi Selina untuk melupakan sosok yang sedang berdiri di hadapannya saat ini. Bayangan kejadian menyebalkan malam sebelumnya langsung hadir kembali di kepalanya.

“Aku datang untuk minta maaf,” ujar sosok itu lagi.

Baca lebih lanjut