Delapan Tahun Setelah Wisuda

Waktu menunjukkan pukul 19. 20 ketika saya tiba di parkiran dalam Duta Mall Banjarmasin. Setelah memarkir motor di sela-sela ruang yang tersedia, saya meraih ponsel dari dalam tas dan menghubungi sebuah nomor. Satu kali, dua kali, terdengar nada tersambung. Di kali ke tiga, nada sambung terputus. Dan sebagai gantinya saya menerima panggilan dari nomor yang saya hubungi tadi. “Di AW, Tung,” begitu katanya saat panggilan saya jawab.

Lekas saya menuju tempat yang dimaksud. Begitu tiba AW, saya menemukan sosoknya di pojokan. Mengenakan kaos sweater hijau toska, tangannya melambai pada saya yang sempat kebingungan. Tersenyum, saya pun memasuki restoran fastfood dari negeri paman Sam tersebut dan mendatanginya. Sebelum saya duduk, ia memperkenalkan sosok lain yang menemaninya malam itu. Seorang gadis manis berjilbab bernama Galuh yang merupakan adik bungsunya.

Baca lebih lanjut