My Love From Another Star

Perlu waktu tiga tahun hingga akhirnya aku bisa bertemu lagi dengan sosoknya. Di tengah puluhan wartawan dan kamera mereka yang berkilat sosoknya tiba-tiba muncul. Tak ada yang berubah dari dirinya. Masih jangkung dan tampan, tak bertambah tua sedikitpun. Dengan mantap ia berjalan menuju ke arahku, melewati orang-orang yang berdiri membeku. “Aku sudah bilang jangan keluar pakaian terbuka, ” katanya setelah menyampirkan jas luarnya ke punggungku yang terbuka.

Aku menyentuh wajahnya. Masih tak percaya dengan sosoknya yang kini berada di hadapanku. Ini jelas bukan ilusi, seperti yang pernah kualami tiga tahun yang lalu, saat menunggunya di menara Namsan di hari keseratus kebersamaan kami. Sosoknya benar-benar nyata. Tanpa sadar air mata menetes dari mataku.

“Kau kembali,” kataku masih tak percaya

“Ya, ini aku,” jawabnya.

Suara itu. Ah, betapa aku merindukan suara itu. Selama tiga tahun ini entah sudah berapa ratus kali aku memandangi fotonya, berharap itu akan menghapuskan kerinduanku padanya. Aku juga mengunjungi kembali tempat-tempat yang pernah kami kunjungi untuk mengingat jejaknya. Selama tiga tahun pula aku menghabiskan waktuku dengan kembali bekerja, agar aku memiliki waktu lagi untuk memikirkannya. Namun tetap saja, ketika mendengar suaranya, rasa rindu itu meluap.

“Aku minta maaf. Aku terlalu lama, bukan?” katanya lagi.

Aku tersenyum. Sahabatku pernah mengatakan padaku perlu waktu lima belas tahun baginya untuk bisa berhenti merasa terluka ketika memikirkan pria yang ia cintai. Jika dibandingkan dengan dirinya yang harus menunggu lima belas tahun, jelas tiga tahun masa penantianku ini bukanlah waktu yang lama. Kupeluk sosok yang ada di hadapanku kini.

Tak masalah jika kau baru bisa kembali sekarang. Aku bahkan rela menunggu lebih lama lagi asal kau bisa kembali padaku.

Cheon Song Yi

***

NB : Diambil scene terakhir drama korea My Love From Another Star, dengan sedikit perubahan

35 pemikiran pada “My Love From Another Star

      • yang lama-lama sih, mba febi. kayak jang geum, full house, dll. hehe.
        kalau dramanya Kim Soo Hyun yang satu lagi juga saya suka banget, yang the moon that embrace the sun. ada juga the greatest love, secret garden, queen in hyun’s man. tapi memang buat sekarang saya masih susah move on dari do min joon 😀

      • Febi juga suka tmtes. Tp paling suka mlfas, hihi. Suka dmj dan csy. Dmj tanpa csy kayaknya invalid, haha.
        Banyak yg bilang sg bagus, to fe nyerah di episode awal 😀
        Gl dan qiym blum nonton 😀

      • MLFAS memang lebih oke dari TMTES soalnya lebih romantis, lucu dan chemistry-nya dapat. kalau di TMTES Kim Soo Hyun sendirian yang bikin dramanya oke. Kalau di MLFAS kedua pemerannya punya kekuatan seimbang. tapi kayaknya tetap kim soo hyun yang jadi bintangnya MLFAS. heh
        GI lucu juga, mba. ceritanya tentang dunia selebritis juga. kalau QIYM itu cowoknya berasal dari masa lalu

      • Untukku, mlfas oke bukan krn ksh only, tapi juga krn jjh *teuteub*
        Dan sejak itu, ksh tanpa jjh kayaknya onvalid, vice versa. Hihi
        OMG, please forgive me ….

      • iya, mba. saya juga setuju jjh karakternya nggak kalah kuat sama ksh. cuma mungkin karena penggemar drakor banyak perempuan jadinya do min joon yang lebih dipuja. sayang ya jjh udah nikah, kalau nggak pasti bakal dijodohin sama ksh. hihi

  1. drama ini langsung dicontek aja sama sinetron kita, judulnya “dia yang datang dari bintang” pulak lagi. jiplak abisss…. Yang main nikita willy sama morgan….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s