Cafe Satu Hati

Sore itu, saya dan Nita, seorang rekan kantor, menyambangi sebuah kafe yang terletak di samping dealer motor di kota saya. Cafe Satu Hati, begitu nama cafe tersebut. Dari namanya mungkin sudah bisa ditebak ya dealer motor apa yang ada di samping kafe tersebut. πŸ™‚

Saat menginjakkan kaki di kafe yang terletak di lantai dua tersebut, rasa kaget sontak hadir di antara saya dan Nita. Kafe tersebut begitu sepi. Hanya ada para barista dan kami berdua sebagai pengunjung. Sempat ragu di awal, akhirnya kami memutuskan untuk tetap menghabiskan sore di salah satu sudut kafe.

Salah satu hal yang paling saya suka selama berada di kafe tersebut adalah interiornya yang cantik. Sofa-sofa berwarna coklat tersusun rapi dengan meja putih di hadapannya. Satu set peralatan musik juga telah menyapa kami saat memasuki kafe tersebut, pertanda adanya live musik yang ditawarkan. Menghadap jalan, lapisan kaca tembus pandang juga memberikan pemandangan sepanjang jalan Perintis Kemerdekaan. Yang paling menarik tentu saja vas-vas bunga yang dihiasi foto-foto bertema secangkir kopi yang ditemani seekor anjing yang lucu.

Sayangnya penilaian yang sama tidak bisa diberikan pada menu yang disediakan pada cafe ini. Tak banyak menu menarik yang ada cafe ini. harganya juga terbilang cukup mahal jika dibandingkan cafe lain yang pernah saya sambangi. Saya sendiri pada akhirnya hanya memesan secangkir cappucino sementara Nita memesan wedang jahe. Untuk camilan, kami putuskan memesan kentang goreng yang ternyata porsinya sangat sedikit.

Sekitar pukul enam, saya dan Nita memutuskan sudah saatnya bagi kami untuk pulang. Selama nyaris satu jam berada di cafe tersebut, tak nampak pengunjung lain yang datang. Entah cafe tersebut memang sepi pengunjung atau kami yang datang di waktu yang kurang tepat. Berikut sedikit foto-foto yang saya abadikan selama berada di cafe tersebut.

26 pemikiran pada “Cafe Satu Hati

  1. Assalamu’alaikum, salam perkenalan bu ^_^, semoga kunjungan saya yang pertama ini bisa menjalin tali silaturahmi yang lebih baik dan langgeng ya bu., amin

  2. Jadi ingat pernah masuk ke sebuah kafe saat liburan di suatu kota. Tempat bagus, ada live music segala. Tapi begitu tau teh/kopinya pakai sachet, kabuurr..! :mrgreen:

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s