Dil Chahta Hai – Siddharth

Aku bertemu Tara Jaiswal dalam perjalanan pulang. Saat itu dirinya sedang kerepotan memindahkan koper-koper besar miliknya ke rumah yang akan ditempatinya. Sempat kutawarkan diri untuk membantunya. Namun wanita itu menolaknya. Barulah saat gagang kopernya patah, ia menyerah dan menemukanku yang sedang memperhatikannya dari kap sebuah mobil.

Ada banyak barang yang dibawaTara. Namun yang paling menarik perhatianku adalah tiga lukisan yang tersimpan dalam salah satu kopernya. Ketiga benda tersebut membuatku merasa perlu memberitahunya sebuah kebenaran. “Aku seorang pelukis,” begitu jawabku ketika Tara bertanya tentang kegiatanku sehari-hari. Dan seperti yang sudah kuduga, Tara tampak antusias dan langsung meminta izin untuk bisa melihat lukisanku.

Saat setuju untuk menunjukkan lukisanku pada Tara, aku tak pernah menyangka bahwa saat itu pula aku menunjukkan sisi terdalam diriku padanya. “Kau bertemu orang-orang, berbicara dan tertawa dengan mereka. Namun ada sebuah dunia dalam dirimu, yang penuh dengan mimpi, fantasi, yang tidak kau bagi dengan orang lain. Bahkan mungkin mereka yang mengaku mengenalmu sebenarnya tak benar-benar mengenalmu,” begitu katanya saat memandangi lukisanku.

Baca lebih lanjut