Pilihan Karir

Sebuah pengumuman tertempel di papan pengumuman kantor beberapa hari yang lalu. Isinya mengenai lowongan posisi supervisor untuk jajaran internal kantor, lengkap dengan kualifikasi yang disyaratkan. Beberapa rekan senior di divisi saya pun mulai mempersiapkan diri mereka beberapa saat setelah pengumuman dikeluarkan. Beberapa lainnya, tampaknya belum siap (atau mungkin memang tidak berambisi menjadi supervisor), hingga akhirnya tak mendaftarkan diri mereka dalam seleksi tersebut.

Proses dari seleksi supervisor ini sendiri terdiri atas presentasi dan tanya jawab, baik itu berkaitan dengan bidang yang dikuasai maupun bidang-bidang lain di luar departemennya, namun masih dalam lingkup kerja perusahaan. Jika diibaratkan, proses seleksi ini mungkin tak ubahnya sidang skripsi kita saat kuliah dahulu.

Pada hari seleksi dilaksanakan, seorang rekan senior yang kala itu sedang bersiap-siap menunggu gilirannya berkata, “Aku ikut seleksi ini karena memang ingin menjadi supervisor. Bukan sekadar cari pengalaman, apalagi coba-coba.” Ada nada optimis dalam suaranya saat mengucapkan kalimat tersebut, meski pada kenyataannya usianya terbilang paling muda di antara kandidat yang ada.

Saya sendiri, meski baru beberapa bulan ini bekerja dengannya, bisa membaca kalau sosoknya memang memiliki kapabilitas untuk mengikuti seleksi ini. Dia memiliki banyak ide untuk memajukan perusahaan, mudah bergaul, berani tampil, dan tentunya memiliki motivasi yang besar untuk maju.

Sosoknya juga ini kemudian mengingatkan saya pada sosok lain yang kini menjadi ketua baru pada organisasi yang saya ikuti. Sejak awal bergabungnya adik yang satu ini di organisasi tersebut, bisa saya lihat bagaimana semangatnya untuk bisa memajukan organisasi. Dia memiliki segudang ide (yang kemudian berhasil direalisasikan), sangat aktif dalam kegiatan organisasi dan pintar menjalin relasi baik di dalam dan di luar organisasi. Hal ini kemudian membuatnya sosoknya cepat dikenal hingga tanpa perlu banyak pertimbangan semua sepakat untuk memilihnya menjadi ketua terpilih yang baru.

Tentunya ada banyak faktor yang menjadikan seseorang layak menjadi pemimpin. Bagi saya sendiri, untuk bisa menjadi pemimpin, seseorang haruslah memiliki kemampuan (baik itu secara individual maupun secara organisasi) dan tanggung jawab. Selain itu, seseorang dengan tipe visioner juga bisa dibilang sosok yang cocok menjadi pemimpin. Dengan ide-ide dan rencana besar yang ada di kepalanya tentu akan sangat bermanfaat dalam memajukan sebuah organisasi/perusahaan.

Saya sendiri belum tahu apakah nantinya akan mengikuti seleksi layaknya yang diikuti rekan saya tersebut. Hampir tujuh tahun bekerja di konsultan, (yang tidak memiliki jenjang karir berarti dan minim persaingan) membuat saya tak terlalu “aware” dengan hal semacam ini. Selain itu, selama ini saya lebih menilai diri saya sebagai orang yang lebih senang bekerja di belakang layar, tak terlalu ambisius dan tak banyak memiliki ide-ide cemerlang, yang membuat saya bisa cukup bersinar.

Selain itu, faktor diri saya sebagai seorang perempuan juga mungkin nantinya akan cukup berpengaruh pada perjalanan karier saya. Salah seorang rekan kerja perempuan di kantor pernah berkata yang intinya mungkin seperti ini, “Sebagai perempuan, kita memiliki dua pilihan dalam menjalani karier di tempat ini. Bekerja hanya untuk membantu pendapatan keluarga, atau bekerja sebaik-baiknya hingga mencapai puncak dari kemampuan kita.”

Saat dirinya mengucapkan hal tersebut, saya masih meraba-raba kemanakah pilihannya akan berlabuh. Dan kini, saat lowongan supevisor dibuka, akhirnya saya tahu dia sudah menentukan pilihannya.

22 pemikiran pada “Pilihan Karir

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s