My Bestfriend’s Wedding

Anggun, sahabat saya sejak SMA menikah hari Jum’at (18/10) lalu. Perempuan yang kini tinggal di Riau tersebut dilamar oleh teman kerjanya setelah berteman selama beberapa tahun (moga ini benar) Dan karena di hari Jum’at saya hanya bekerja setengah hari, maka alhamdulillah saya bisa mengikuti prosesi sakral tersebut dari awal hingga akhir (minus seserahan yang dilaksanakan pagi harinya).

Acara pernikahan dimulai ba’da shalat dzuhur. Saat saya tiba di mesjid Raya Sabilal Muhtadin -tempat acara pernikahan- Anggun tampak sudah siap di balik hijab. Beberapa anggota keluarga juga sudah berkumpul di bagian shaff perempuan tersebut. Sementara di depan, para undangan pria juga sudah berkumpul berikut calon mempelai pria. Sebelum akad nikah dilaksanakan, terlebih dahulu Anggun meminta ijin menikah kepada walinya, yakni sang adik yang nantinya juga akan menikahkan langsung sang kakak. Sekitar pukul 14.30, akad nikah pun dilangsungkan. Mempelai pria dengan lantang mengucapkan ijab kabulnya, dan langsung dinyatakan sah oleh para saksi.

Usai akad nikah, rombongan pengantin bergerak menuju kediaman mempelai wanita untuk prosesi selanjutnya, yakni bemandi-mandi. Biasanya, prosesi bemandi-mandi ini dilaksanakan sebelum akad nikah, dan sendiri-sendiri. Namun mungkin karena keterbatasan waktu maka diputuskan bemandi-mandi dilaksanakan setelah akad nikah saja. Dan yang membuat saya lega, ternyata dalam prosesi bemandi-mandi ini Anggun tetap mengenakan jilbab lengkap. Yah, setidaknya jika saya nikah nanti ibu saya ngotot mau mengadakan mandi-mandi, saya bisa memperlihatkan foto ini pada beliau.

Baca lebih lanjut