Sepasang sahabat -sebut saja namanya Ani dan Ina- sedang menikmati makan siang mereka di sebuah rumah makan. Saat sedang asyik bercakap, datanglah seorang laki-laki dan perempuan ke rumah makan tersebut. Kedua orang itu kemudian mengambil tempat duduk tak jauh dari sepasang sahabat tersebut. Selang beberapa menit, Ina, yang kebetulan posisi duduknya berhadapan dengan pasangan yang baru datang itu, kemudian berkata pada Ani yang duduk di hadapannya, “Aku baru tahu kalau Romi dan Rina udah jadian.”
Mendengar perkataan tersebut, Ani refleks menghentikan makannya. “Kok kamu bilang gitu?” tanyanya kemudian.
“Ya, soalnya sekarang mereka kalau makan duduknya bersebelahan,” jawab Ina.
“Emang ada hubungannya gitu posisi duduk pas makan sama status hubungan?” tanya Ani lagi dengan nada bingung.
“Ya setahuku sih gitu. Jarang aku lihat orang pacaran yang duduknya berhadapan.”
Mendengar jawaban Ina, Ani hanya bisa ber-ooo ria. Jujur, selama ini dia malah menganggap kalau pasangan yang sedang menjalin hubungan itu kalau makan duduknya berhadapan. Seingatnya dalam film-film romance yang sering ditontonnya pasangan yang sedang berkencan selalu duduk berhadapan. Lalu kenapa Ina bisa mengatakan sebaliknya? Memang sih kalau diingat-ingat beberapa teman kuliahnya -termasuk Ina- yang memiliki pacar selalu memilih duduk di samping pasangannya saat makan. Tapi kalau dipikir-pikir, apa asyiknya coba makan dengan ada orang di samping kita? Pasti sangat mengurangi ruang gerak. Lagipula bukannya lebih asyik mendengarkan cerita seseorang sambil menatap wajahnya? Begitu pikir Ani.
Ani kemudian mengungkapkan pertanyaan dalam hatinya tersebut pada Ina. Dan sambil mengambil tisu yang ada di hadapan mereka, Ina pun memberikan jawabannya, “Ya kalau aku sih malu ya diliatin pacar pas lagi makan.”
***