Ada yang Kerasukan

Kemarin sore, saat saya sedang berjalan menuju kantor usai menunai shalat ashar di musholla, saya berpapasan dengan salah satu rekan sekantor. Saat berpapasan tersebut, bapak itu berkata pada saya, “Nanti kalau masuk kantor baca ayat kursi 3 kali, yak.” Saya hanya bisa terbengong-bengong mendengar pesan si bapak. Kenapa harus baca ayat kursi yak? Apakah ada penampakan di kantor? Begitu sempat terpikir di kepala saya. Meski begitu, saya tetap langkahkan kaki saya menuju kantor.

Begitu memasuki kantor, tak banyak orang yang ada di ruangan depan. Saya pun segera menuju meja saya yang terletak di ruangan samping kanan. Di sana, ada seorang kakak senior dan seorang pegawai senior lainnya sedang asyik bercakap. Saat saya memasuki ruangan, bapak tadi langsung menegur saya. “Nah, ini karyawan baru, kan? Siapa namanya?”

Mendengar pertanyaan tersebut rasa aneh langsung hinggap di kepala saya. Bukannya bapak ini sudah tahu nama saya? Bukannya hari Sabtu kemarin saya juga ikut survey dengannya? Kok masih nanya lagi siapa nama saya? Tanya saya dalam hati. Yah, tapi bisa saja kan beliau lupa? Kata saya lagi dalam hati. Akhirnya saya pun menyebutkan nama saya pada si bapak. “Antung, Pak,” jawab saya sambil menuju meja kerja saya.

Saat saya akan duduk, tiba-tiba si bapak berkata lagi. “Antung ini sudah punya pacar kan?”

Lagi-lagi saya sukses dibuat bengong dengan perkataan si bapak. Kok bisa-bisanya sih dia bilang saya punya pacar? Dan kenapa pula si bapak langsung ngebahas soal itu? Itu kan urusan pribadi saya, protes saya. Namun, lagi-lagi demi menjaga kesopanan saya memberikan jawaban. “Nggak ada, pak,” jawab saya.

“Ah, jangan bohong kamu. Saya tahu kamu itu sudah punya pacar,” si bapak nyerocos lagi.

Saya, demi menghadapi keanehan bapak tersebut akhirnya melemparkan tatapan saya pada kakak senior yang mejanya di hadapan saya. Hanya dalam sekejap saya pun mengerti apa yang terjadi. Si bapak kerasukan! Dan saat menyadari hal tersebut akhirnya saya putuskan untuk mengiyakan saja semua perkataan si bapak.

“Kamu ini anaknya baik.”

“Iya, alhamdulillah, pak.”

“Kamu ini bisa diandalkan.”

“Iya, pak. Makasih.”

“Kamu hebat bahasa Inggris.”

“Iya, alhamdulillah, Pak.”

Begitulah kira-kira rekaman dialog yang terjadi antara saya dengan bapak itu saat itu. Untungnya tak lama kemudian beliau pun beranjak dari kursinya dan menuju ruangan depan. Kesempatan itu kemudian saya manfaatkan untuk bertanya pada kakak senior tentang apa yang terjadi. “Katanya bapak itu memang bisa manggil roh gitu. Tapi aku juga baru kali ini ngehadapinnya,” jawab si kakak. Mendengar jawaban kakak itu, saya hanya bisa manggut-manggut sambil berusaha menghilangkan rasa merinding yang sempat hadir saat bercakap-cakap dengan si bapak.

Paginya, perihal si bapak yang kerasukan menjadi topik hangat di kantor. Dari yang saya dengar, roh yang memasuki tubuh beliau adalah nenek leluhur beliau yang ingin mengunjungi teman-teman kerja cucunya. Beliau berada di kantor sampai pukul tujuh malam. Dan berbicara pada siapapun yang ada di kantor hari itu. Anehnya, saat hari ini mengunjungi ruangan saya, si bapak masih saja membahas soal bahasa Inggris. Dia mau belajar bahasa Inggris pada saya katanya. Beliau juga terus-terusan mengajak saya berbicara dengan menggunakan bahasa Inggris. Mendengar kalimat-kalimat yang keluar dari mulut beliau, mau tak mau saya pun terpikir, “Ini rohnya sudah keluar apa belum?”

45 pemikiran pada “Ada yang Kerasukan

  1. katanya, kalau ada jin masuk ke dalam tubuh orang ya diamin aja, nggak usah diladenin. nanti dia cape sendiri karena dicuekin.
    daripada nurutin kemauannya yang aneh-aneh, minta ini itu.
    eh tapi jin yang masuk itu nggak minta macam-macam yah?
    setel kaset murottal aja mbak

  2. jadi inget pasien langganan RS tempat kerjaku sekarang mbak, beliau ini agak gangguan jiwa, tapi kalo ngobrol dia sering pakai bahasa inggris, aku ngadepinnya iyaiya aja malah hehe..

  3. peristiwa kerasukan terakhir saya liat ketika masih SMA, waktu itu teman saya pernah mengalami kerasukan, benar-benar menyeramkan. Anehnya, kerasukan juga bisa menular, untuk waktu itu saya aman, 🙂

  4. bacakan al ma’tsuraat saja mbak Yana. Tapi perlu juga kiranya dikonsultasikan ke psikiater. Dan perhatikan sekeliling, (lingkungan dan teman2) adakah benda2 (dimeja teman atau tertempel di tubuhnya) yang berpotensi dihinggapi jin. Pengalaman sehari di Amuntai kemarin, bapak kos anak saya bercerita bahwa hotel kecil tepat di sebelah rumahnya habis terbakar sementara rumahnya aman. “Ini karena saya punya penjaga”, ujarnya. “Oh, ada satpamnya, pak?” saya pura2 lugu. “Bukan, satpam tetapi kepala menjangan!” ^0^

  5. Setuju sama Mas Jampang, mending didiemin aja itu jin yg masuk ke dlm tubuh nanti jinnya juga bosen keluar sendiri.
    Baru saja kemarin saya tanya ke salah satu group Whatsapp, apa iya ada ruh orang yg sudah meninggal masuk ke tubuh manusia ? saya gak percaya, itu mungkin cuma jin yng menyamar

  6. Kerasukannya nampak ‘normal’ sekali ya. Dulu di rumah kami, mbak-mbak yang bantu rumah doyan kesurupan, cuma kalo udah kesurupan tingkah lakunya aneh *ooh masa-masa mengerikan ituuu haha*

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s