[Ma’had] Itsar

Kemarin sore, usai mengikuti tes sand cone di salah satu lokasi jalan yang saya awasi, saya langsung melajukan motor saya menuju ma’had untuk menyetor hafalan. Sebenarnya hari itu saya tak terlalu siap dengan hafalan yang harus saya setor. Selain ituΒ  Namun mengingat minggu sebelumnya saya sudah absen dua hari berturut-turut, maka mau tak mau saya harus masuk minggu ini. Yah, setor muka istilahnya πŸ˜€

Pukul lima kurang, saya tiba di ma’had. Sudah ada beberapa teman di ma’had, namun sepertinya belum ada satupun yang menyetorkan hafalannya. Ustadzah Ihsan sendiri tampak masih sibuk bertukar pikiran dengan Nooril, salah satu peserta ma’had.

Tak lama, penyetoran hafalan dimulai. Empat orang peserta yang sama-sama baru masuk ke kelas tahfidz menyetorkan hafalannya pada Ustadzah Ihsan. Cukup lama juga empat orang ini menyetorkan hafalannya. Bukan hal aneh, sih. Sebab meski telah melalui tes, biasanya ustadzah Ihsan akan tetap mengoreksi bacaan para peserta baru ini.

Setelah kurang lebih setengah jam, akhirnya tiba giliran peserta berikutnya. Lucunya, saat ditanya siapa yang akan menyetor kemudian, masing-masing dari kami serempak mempersilahkan temannya yang lain untuk menyetorkan hafalannya. Melihat hal tersebut, Ustadzah Ihsan langsung berbicara.

“Kalian tahu itsar, nggak?”

Kami semua hanya diam.

“Itsar itu artinya mendahulukan kepentingan saudaranya dibandingkan dirinya sendiri. Tapi itu tidak berlaku dalam hal ibadah. Jadi kalau misal ada shalat jama’ah nggak boleh tuh mempersilakan teman buat shaf di depan sementara kita shaf berikutnya,” begitu kira-kira kata ustadzah Ihsan.

Mendengar penjelasan beliau tersebut mau tak mau kami cengar-cengir sendiri. Ya mau gimana, ya. Masalahnya pada nggak pede dengan hafalannya masing-masing πŸ˜€

34 pemikiran pada “[Ma’had] Itsar

  1. Udah hafal brp juz mbak? senangnya msih bs tahfidz, Waktu kuliah sempat da kewajiban buat hafalan juga, tp sekarang karena jarang ngulang2 hafalannya,sdh bnyak yng lupa,pingin bgt bs hafal kayak dlu lgi

  2. jadi inget cerita saya di novel itu…. ada bahasan ini juga kan. ketika sali menawarkan teman wanitanya kepada zul lantaran usianya lebih tua… karena menikah itu ibadah, jadi itsar nggak berlaku…

    πŸ˜€

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s