Di sini waktu berjalan lambat

Sudah tiga hari saya habiskan di kota ini. Dan kalau dipikir-pikir, setiap kali saya berada di daerah waktu indonesia barat, waktu terasa berjalan dengan lambat dan lebih panjang ketimbang di kota saya, Banjarmasin.

Sebagai contoh, saat saya kopdar dengan Desi dan Fatah di hari pertama. Waktu itu saya tiba di Grand City sekitar pukul setengah tujuh malam. Kami kemudian ngobrol seru sampai tiba waktunya Desi dijemput keluarganya.
Waktu itu jam tubuh saya juga mengatakan sudah waktunya istirahat. Tapi kemudian, saat saya mengecek jam, ternyata baru pukul setengah sembilan. Alamak!

Kemudian keesokan harinya, setelah shalat subuh, saya dan adik-adik bersiap-siap untuk berangkat ke acara pernikahan di daerah mesjid Agung Surabaya. Karena jam kami bertiga sudah siap, maka kami pun turun untuk sarapan. Dan ternyata sarapan baru ada pukul setengah tujuh. Kami pun akhirnya memutuskan mencari sarapan di sekitar hotel. Setelah sarapan, kami langsung berangkat menuju lokasi pernikahan. Dan karena dari akad nikah dan resepsi tersela waktu sekitar sepuluh jam, demi alasan efisiensi, kami putuskan menghabiskan waktu di sebuah mall yang ada di sekitar Waru.

Nah, jika biasanya di kota saya menghabiskan waktu di mall itu tidak berasa, maka untuk yang kali ini sungguh rasanya lama sekali kami berada di mall tersebut. Padahal kami cuma berada di sana sampai pukul empat. Beruntung hari itu saya ditemani Ino, jadi masa penantian tersebut tak terlalu membosankan.

Kalau dipikir secara logis, wajar saja sih kalau di kota ini saya merasa waktu berjalan dengan lambat dan terasa lebih panjang. Di kota saya, yang perbedaan waktunya satu jam lebih cepat, saya beraktivitas dari pukul setengah lima subuh dan berakhir pukul sepuluh malam. Di kota ini, saya juga memulai dan mengahirinya dengan rentang waktu yang sama. Namun karena di sini lebih lambat satu jam, maka bisa dikatakan saya tidur lebih lambat dari biasanya. Dan itulah yang membuat waktu terasa lebih panjang ketimbang di kota saya.

Kalau dipikir lagi, ada bagusnya juga sih perbedaan waktu yang saya rasakan ini. Saya jadi merasa memiliki waktu yang cukup lama saat jalan-jalan atau belanja. Yah, bisa dibilang di kota ini, saya merasa mendapat jatah waktu 25 jam setiap harinya 🙂

40 pemikiran pada “Di sini waktu berjalan lambat

  1. jangankan yang beda WIB dengan WITA mbak. yang sama2 WIB juga kerasa bedanya. dari jakarta – aceh, itu juga kerasa bedanya…. yang paling berasa sih waktu shalatnya. di jakarta zhuhur jam 12. di sana hampir jam 13 😀

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s