Masuk Ma’had Lagi dan Obrolan Sesudahnya

Hari Minggu kemarin, setelah satu bulan libur, akhirnya kelas Ma’had Umar bin Khattab aktif kembali. Seperti biasa, dalam setiap pertemuan besar yang diadakan setiap dua bulan sekali, dilakukan pembagian kelompok lagi bagi para peserta ma’had. Pembagian tersebut antara lain pra tahsin, tahsin, tahsin lanjutan 1, tahsin lanjutan 2 dan tahfidz.

Di kelompok saya sendiri ada beberapa peserta baru lagi. Berita baiknya, kelas kami kembali dipegang oleh ustadzah Ihsan, yang sebelumnya sempat cuti. Yah, seenggaknya kami tidak harus nyetor hafalan dari balik tirai lagi meski konsekuensinya bakal lebih dicereweti soal makhraj huruf. Saya sendiri sepertinya harus mengulang lagi bacaan yang sudah saya setor sebelumnya. Alasannya? Hampir 70% hafalan itu hilang selama masa liburan. Dan lagi, seperti yang dikatakan teman lain, juz yang sedang saya hafal memang termasuk yang sulit dihafal.

Sepulang dari ma’had, saya dan dua orang teman menyempatkan diri untuk kumpul-kumpul. Dulu, sewaktu peserta tahfidz belum terlalu banyak, hampir setiap pulang pertemuan kami sempatkan untuk berkumpul sambil berbagi cerita. Namun seiring dengan kesibukan kami masing-masing, juga jam pulang yang selalu mepet adzan magrib, kegiatan ini kumpul-kumpul ini semakin jarang dilakukan.

Sore itu, Wong Solo jadi pilihan kami untuk kumpul-kumpul sekalian makan malam. Seperti biasa obrolan yang tercipta tak jauh-jauh dari hafalan dan tentunya jodoh. Maklumlah kami bertiga sama-sama belum menikah. Saya sendiri kala itu kurang terlalu menimpali obrolan kedua teman saya. Entah saya yang terlalu asyik dengan ayam penyet saya atau memang saya yang terlalu tertarik dengan tema itu.

Hingga akhirnya salah satu dari mereka berkomentar. “Ka Antung kayaknya santai banget ya?” Tanyanya.

Mendengar pertanyaan adik tersebut, saya dengan santai menjawab, “Aku kayaknya baru bisa mikirin soal jodoh setelah adikku nikah.”

“Pian emang sengaja nunggu ading pian nikahkah?” Tanyanya lagi.

Kali ini saya hanya bisa tergelak mendengar pertanyaannya. “Bukan gitu. Emang adikku sebentar lagi nikah, kan? Jadi ya aku mengalah dulu,” jawab saya kemudian.

32 pemikiran pada “Masuk Ma’had Lagi dan Obrolan Sesudahnya

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s