[WC#8] Write About Anything You Want

Saya tak tahu kapan saya mulai menyenangi dunia potret-memotret. Apakah itu sejak orang tua saya memiliki sebuah tustel fujifilm biasa yang mengabadikan beberapa kenangan saya selama tinggal di Bandung, atau sejak dunia fotografi menjadi sebuah trend di tahun 2000-an. Yang saya tahu, salah satu alasan saya lebih suka berada di belakang lensa adalah karena saya tak cukup fotogenic untuk menjadi model di hadapan lensa tersebut.

Kamera saku pertama saya sendiri adalah sebuah kamera Sony yang menjadi oleh-oleh orang tua saya sepulang mereka menunaikan ibadah haji di tahun 2005. Dengan kapasitas hanya 3 megapiksel, kamera tersebut mengabadikan berbagai kenangan saya semasa kuliah. Sayangnya, karena terlalu sering dibuka-tutup untuk mengganti baterai bagian penahan pada penutup baterai tersebut patah dan akhirnya saya memutuskan memensiunkan kamera tersebut.

Setelah saya bekerja, akhirnya saya bisa membeli kamera saku sendiri. Waktu itu Sony DSC-W120 warna hijau toska yang menjadi pilihan saya. Awalnya, saya hanya menggunakan kamera tersebut untuk keperluan pekerjaan, dan tentunya beberapa momen penting. Namun seiring dengan bertambahnya pengetahuan saya akan fotografi, maka saya pun mulai mempelajari cara-cara memaksimalkan kamera saku tersebut. Mulai dari bagaimana komposisi yang baik dalam pengambilan gambar, juga tentang penggunaan fungsi-fungsi yang ada pada kamera saku tersebut (biasanya saya hanya menggunakan otomatis).

Sampai hari ini sebenarnya saya cukup puas dengan kamera saku milik saya tersebut. Namun, setiap kali melihat bagaimana kerennya mereka yang menggantungkan kamera profesional di leher mereka, ada rasa keinginan dalam diri saya untuk bisa juga memilikinya. Memang sih kalau kata orang foto itu tergantung orangnya, bukan kameranya. Dan foto-foto hasil bidikan saya juga sangat jauh dari kesan artistik. Namun untuk saat ini, saya ingin bisa punya kamera yang bisa membidik dari jarak jauh, menghasilkan warna yang lebih tajam, juga tentunya ada setting untuk makro. DSLR jelas pilihan yang menarik. Namun untuk saat ini, saya juga tak menolak untuk sebuah kamera prosumer dengan harga yang sedikit lebih bersahabat πŸ™‚

24 pemikiran pada “[WC#8] Write About Anything You Want

  1. Aku suka fotografi gegara ada mata kuliah fotografi pas kuliah, aq naksir berat sama DSLR tapi apa daya kantong tak berpitih (ber-uang) dan minta sama ortu jg g mungkin. Jadi gigit jari sajalah.

  2. Kameranya bisa disetting manual ua mba? Saya dulu pakai nikon. Kamera pertama stlh kerja. Skrg kameranya rusak. Hiks.

    Coba merk pentax or olympus mba utk prosumer. Harga gak semahal yg merk lain. Katanya loh ya…

  3. Yang pensiun bukan hanya PNS, ya? Kamera juga bisa dipensiunkan, pensiun dini. Ha. Optimis aja, Mbak bisa profesional dalam dunia fotografi. Terus, jangan bilang,”Dan foto-foto hasil bidikan saya juga sangat jauh dari kesan artistik.” Lebih baik berbaik sangka atas hasil bidikan..he..

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s