Ganti Guru Lagi

Selama hampir dua tahun mengiktuti kelas tahfidz di Ma’had Umar bin Khattab, terhitung sudah dua kali saya mengalami pergantian ustadzah pembimbing. Yang pertama ketika kelas tahfidz dibagi dua, dan saya dipindahkan ke kelas Ustadzah Aina. Saat itu, ketika mengetahui nama-nama mereka yang bertahan di kelas lama bersama ustadzah Ihsan, saya memiliki dugaan bahwa mereka yang bertahan adalah yang benar-benar bagus bacaannya. Sementara yang terlempar adalah mereka yang biasa saja bacaannya. Dan nyatanya dugaan saya kala itu benar adanya. πŸ˜€

Setelah beberapa bulan dibimbing oleh Ustadzah Aina, lagi-lagi muncul pengumuman baru. Semua peserta kelas tahfiz bimbingan ustadzah Aina akan kembali dibimbing oleh ustadzah Ihsan yang akan mengisi kelas tahsin yang pesertanya lumayan banyak.

Sewaktu rumor penggantian ini beredar, salah satu teman berkata pada saya, “Kak, kalau beneran diganti sama ustadzah Ihsan, ulun mau nyetor privat sama ustadzah Aina saja.” Mendengar kalimat adik tersebut, saya hanya tersenyum. Memang jika dibandingkan, ustadzah Ihsan lebih disiplin bacaannya ketimbang ustadzah Aina. Hampir semua peserta tahfidz sempat mengalami kesulitan dan terkaget-kaget dengan teguran beliau saat mulai menyetorkan hapalan mereka. Bahkan minggu kemarin, seorang peserta baru, yang sebelumnya belajar tahsin pada seorang qori pun masih kena tegur bacaannya.

Bagi mereka yang tidak tahan mental, bisa jadi teguran-teguran itu malah menyurutkan semangat untuk menyetor hafalan. Secara kan mereka yang masuk kelas tahfidz itu kan sudah melewati ujian. Kok masih bisa salah? Begitu pikir mereka. Tapi ya karena yang menguji bacaan tahfidz dan yang menjadi pembimbing tahfidz adalah orang yang berbeda, jadi bisa saja hal itu terjadi.

Saya sendiri juga tentunya tak luput dari teguran-teguran itu di awal pertemuan kami. Surah-surah pendek yang dipikir sudah fasih taunya salah semua. Lalu ketika menyetor hafalan baru, saya malah diminta membaca dulu surah tersebut dengan benar baru boleh nyetor. Seolah-olah saya ini sebenarnya nggak pantas masuk kelas beliau. Sungguh rasanya pengen nangis. Untung waktu itu peserta tahfidz tinggal berdua, jadi saya tidak terlalu malu.

Seiring perjalanan, saya pun mulai terbiasa dengan teguran-teguran ustadzah Ihsan. Bahkan saya sempat merasa kehilangan ketika dibimbing oleh ustadzah Aina. Memang sih nyetor hafalan terasa lebih santai karena jarang ditegur. Namun di lain pihak hal itu menimbulkan keraguan soal tepat tidaknya pelafalan huruf saya.

Maka tentunya wajar ketika dikembalikan lagi ke kelas ustadzah Ihsan, saya girang bukan kepalang. Bayangan akan sering mendapat teguran karena bacaan yang salah malah menjadi hal yang saya tunggu-tunggu. πŸ˜€

Sayangnya kebersamaan saya dengan ustadzah Ihsan lagi-lagi harus terputus. Kali ini beliau sendiri yang menyatakan ingin cuti dari ma’had. Kesibukan mengurus putri bungsu serta studi S3 yang sedang dikejar beliau menjadi alasan dari cuti beliau ini. Sedih sekali rasanya ketika beliau menyampaikan hal ini minggu lalu.

Meski begitu, saya harap cutinya ustadzah Ihsan ini tidak menyurutkan semangat saya untuk meneruskan hafalan. Apalagi kemarin saya diberi tahu kalau untuk sementara kami akan dibimbing langsung oleh Ustad Zainuddin, pemilik ma’had.

23 pemikiran pada “Ganti Guru Lagi

    • kalau ujian dari tahsin ke tahfidz itu biasanya yang nguji pembimbing tahsinnya masing-masing. sedangkan ustadzah ihsan ini dulu nyetornya sama guru beliau di mesir. jadi mungkin tingkat ketelitiannya beda πŸ™‚

      • aslinya itu klo bisa tiap nyetor minimal satu halaman. tapi karena kurang giat menghafalnya, saya paling bisanya setengah halaman tiap kali nyetor. belum lagi kadang ada surah yang susah bener dihafal. bisa sampe 1 bulan baru hafal, kayak al jinn kemarin.
        teman saya yang seangkatan ada yang udah sampe juz 27, bang tiar. *malu

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s