At The Movies

So… here we go again. Setelah beberapa waktu yang lalu mengumumkan 15 film yang berhasil lolos dari seleksi awal, Senin (26/11), Festival Film Indonesia 2012 resmi mengumumkan daftar film yang berhasil meraih nominasi di ajang penghargaan film tertinggi bagi kalangan industri film Indonesia tersebut. Dan secara mengejutkan… sebuah film kecil berjudul Demi Ucok mampu mencuri perhatian dan menguasai perolehan nominasi, termasuk meraih nominasi di kategori Film Bioskop Terbaik, Sutradara Terbaik, Pemeran Utama Wanita Terbaik serta Penulis Skenario Terbaik. Walau telah dirilis secara terbatas melalui berbagai ajang festival di beberapa daerah di Indonesia selama kurun waktu satu tahun terakhir, Demi Ucok baru akan dirilis secara luas pada bulan Januari 2013 mendatang.

Lihat pos aslinya 658 kata lagi

Cinta dalam kekurangan

Beberapa waktu yang lalu, saya menonton sebuah film Bollywood berjudul Barfi. Dalam film tersebut, diceritakan Barfi terlibat cinta segitiga dengan 2 orang wanita, Shruti dan Jhilmil. Shruti merupakan seorang gadis cantik dari Calcutta yang membuat Barfi jatuh cinta pada pandangan pertama. Sedangkan Jhilmil merupakan gadis teman masa kecil Barfi yang karena satu hal menjadi tanggung jawab Barfi.
Jika dilihat dari formulanya, jelas kisah cinta ini sangatlah biasa dan bukan hal baru. Namun, kenyataan bahwa sosok Barfi digambarkan sebagai seorang tunarungu, dan Jhilmil adalah penderita autis, membuat kisah cinta dalam film ini menjadi tak biasa. Rasanya sulit bagi kita membayangkan akan ada cerita romantis antara dua orang dengan kekurangannya masing-masing ini. Namun kenyataannya, Barfi memperlihatkan pada saya bahwa cinta dalam kekurangan pun memiliki sisi romantisnya tersendiri. Lagipula, bukankah di dunia ini memang ada pasangan dengan komposisi seperti itu? Dan kata siapa mereka tidak bahagia?

Baca lebih lanjut

Rumus matematika dasar

“Berapa hasilnya?” tanya seorang rekan kantor sambil memperlihatkan kertas bertuliskan angka di atas. Dalam hitungan detik otak saya kemudian bekerja. “Satu,” begitu jawab saya kemudian dengan pastinya.

“Yakin jawabannya satu?” Si bapak bertanya lagi, membuat saya bingung. Si Bapak kemudian menjelaskan maksud pertanyaannya.

“Enam dibagi dua, lalu dua dikali dua tambah satu. Hasilnya berapa?”

Baca lebih lanjut

Kisah dua buah rental buku

Dicari karyawan!

Begitulah kira-kira pengumuman yang terpampang di salah satu kaca jendela rental buku yang sering saya sambangi saat masih kuliah dahulu. Saya, yang saat itu terdaftar sebagai salah satu pengunjung tetap di rental buku tersebut tentunya menyambut pengumuman tersebut dengan sangat gembira. Bagaimana tidak? Gambaran akan bisa membaca begitu banyak buku secara gratis langsung terpampang di kepala saya. Belum lagi tambahan uang saku yang bisa saya dapatkan jika berhasil diterima. Lagipula, dalam pikiran saya, kala itu kuliah saya sudah memasuki semester 6, dan tugas besar sudah mulai berkurang. Jadi sepertinya tidak akan mengganggu kuliah jika saya mengambil kerja sampingan tersebut.

Maka dengan percaya diri saya pun memasukkan lamaran ke rental buku tersebut. Cukup lama juga saya menunggu hingga akhirnya mendapat panggilan. Saya sendiri bahkan sudah tidak berharap lagi akan dipanggil. Maka ketika saya mendapat telepon dari salah satu karyawan rental tersebut untuk mengikuti tes, tanpa ragu saya pun langsung bergegas kembali ke Banjarbaru.

Baca lebih lanjut