Ketika dunia maya melahirkan kecemburuan

Seorang teman bercerita pada saya. Katanya dia sedang dicemburui oleh istri dari salah satu teman maya-nya. Si istri mengatakan, keberadaannya telah mengganggu kenyamanan rumah tangga mereka. Teman saya ini bingung, di bagian mana ia telah mengganggu rumah tangga orang? Karena menurutnya, teman saya itu tak terlalu banyak berinteraksi dengan teman maya-nya itu. Mereka hanya saling berkomentar di tulisan masing-masing, dan setelah itu tak ada lagi interaksi lain yang masuk dalam kategori berbahaya.

“Jadi kenapa si istri itu sebegitu cemburunya padaku, Yan?” begitu tanyanya pada saya.

Diakui atau tidak, keberadaan sosial media kadang berhasil melenakan kita dari dunia sekitar. Serunya saling berkomentar, kopdar yang mendekatkan, semuanya merupakan kelebihan yang kita dapat dari sosial media ini. Bahkan ada yang mengatakan bahwa sosmed ini adalah pasangan keduanya. Bagi saya sendiri, sosial media ini telah sukses mempertemukan saya teman-teman baru, juga membuka lebar mata saya akan dunia. Saya menyeberang pulau, saya semakin sering nonton, saya menambah referensi bacaan, dan bahkan belajar menulis pun, saya lalui di tempat ini.

Dan ketika mendengar cerita dari teman saya ini, saya kemudian sadar. Sosial media juga bisa menjauhkan kita dari dunia nyata. Bahkan saat kita merasa interaksi tersebut terbilang normal, bisa jadi di mata pasangan tidak begitu. Lagipula, siapa yang tahu perasaan hati masing-masing? Wajah mungkin tersenyum, namun hatinya teriris-iris. Dan cemburu, bisa jadi pemantik yang sangat berbahaya dalam sebuah hubungan.

Teman saya sendiri, akhirnya memutuskan untuk berhenti berinteraksi dengan teman maya-nya tersebut. Meski dalam hatinya ia tak terima karena dianggap sebagai pengganggu stabilitas rumah tangga orang, namun sebagai seorang teman, jelas ia tak ingin menimbulkan masalah yang lebih besar bagi rumah tangga temannya.

8 pemikiran pada “Ketika dunia maya melahirkan kecemburuan

  1. kadang karena terlalu asyik komen dan becanda disuatu socmed suka lupa apakah hal tersebut akan bermasalah atau menimbulkan kesan tertentu dari pihak lain.Padahal menurut kita biasa aja. Bener mba, hati orang siapa yang tahu.. Mesti hati2 dalam bersikap di socmed berarti yah….

  2. Jadi ingat dulu waktu ulun berkomen2 ria di salah satu tulisan, tiba-tiba dapat PM dari seseorang yang memperkenalkan diri sebagai tunangan dari pemilik tulisan tersebut. Hehehe… sejak itu jadi malas komen2 di tempat pemilik tulisan itu. Takut ntar disangka merebut tunangan orang :p

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s