You liar, I hate you!!

Salah satu rekan di kantor, selama setahun terakhir bisa dibilang memiliki dua pekerjaan. Selain berstatus karyawan di kantor tempat kami bekerja ia juga menjalankan perusahaan lain dengan kawannya. Awalnya saya sempat bingung bagaimana harus mengambil sikap. Namun pada akhirnya saya memutuskan untuk menutup mata saja. Toh saya juga kadang mengambil luaran dengan mengerjakan dokumen penawaran dari proyek-proyek yang didapatkan teman saya. Asal mereka tidak merugikan kantor, dan bisa tetap memprioritaskan urusan kantor, begitu pikir saya.

Sayangnya, makin ke sini saya makin muak dengan kelakuannya. Dia terlalu banyak berbohong. Ijin ke luar kota padahal sibuk dengan perusahaan luarannya. Ijin melayat eh taunya menemani istrinya berbelanja ke mal. Liburan ke Jakarta saat urusan pencairan belum benar-benar beres, dan sampai sekarang tetap nggak mau ngaku padahal fotonya beredar di BB. Terakhir, teman saya ini mengatakan pada saya bahwa dia sakit dan harus istirahat di rumah. Jadilah dia mendelegasikan pekerjaannya pada saya. Saya sih tidak masalah kalau itu benar. Tapi jujur, dalam hati saya yakin-seyakinnya kalau teman saya itu bohong. Seperti yang dilakukannya sebelumnya. Sungguh saya benci dibohongi seperti ini. Toh teman saya itu tahu saya mengetahui pekerjaan luaran yang ia lakukan. Lalu kenapa harus terus-menerus berbohong? Seolah-olah saya ini orang bodoh. I hate it!