waiting to shine



Pagi ini saya dapat SMS kejutan dari salah satu perencana freelance untuk pekerjaan kantor. Katanya beliau mengundurkan diri dari pekerjaan perencanaan yang deadline-nya dua hari lagi. Alasannya, beliau jatuh sakit karena terlalu banyak beban pekerjaan baik itu di kampusnya maupun dari perencanaan ini. Padahal beberapa hari sebelumnya saya sudah menanyakan kesanggupan beliau untuk tetap melanjutkan pekerjaan, dan nyatanya beliau menyanggupi.


Sayangnya janji tinggal janji. Beliau ternyata tidak sanggup menyelesaikan pekerjaan perencanaan. Parahnya, sampai saat beliau mengirimkan SMS tersebut tak satupun beliau mengirimkan hasil pekerjaan beliau, entah itu gambar atau rencana lainnya. Jadilah akhirnya kantor kelabakan menghubungi orang lain yang bisa memberikan bantuan setidaknya untuk menggambar rencana pekerjaan yang dimaksud dalam waktu yang sangat mepet.

Sejak saya masuk di perusahaan ini, masalah yang kami hadapi rasanya tak pernah berubah. Kurangnya tenaga ahli perencanaan, terutama untuk bangunan jalan. Padahal untuk sebuah perusahaan yang bekerja di bidang perencanaan dan pengawasan bangunan, keberadaan staf perencana, terutama drafter sangatlah penting. Namun entah mengapa hingga saat ini sepertinya tak terlintas di benak pimpinan perusahaan untuk benar-benar mencari seorang drafter tetap kantor. Sebagai solusinya, kantor memilih menghibahkan pekerjaan perencanaan ke perencana freelance, yang tentunya lebih memakan biaya. Atau resiko yang lebih parah, seperti yang saya tulis di atas. Si perencana mendadak mengundurkan diri dari proyek.

Saya sendiri, sebagai seorang sarjana Teknik Sipil malah terjebak di bidang administrasi proyek. Pekerjaan saya adalah menyusun dokumen penawaran dari lelang yang kami ikuti. Dan meskipun salah satu minat saya adalah dunia tulis-menulis, namun pekerjaan menyusun dokumen penawaran ini luar biasa membosankan. Yang saya lakukan hanyalah mengedit dokumen lama, entah itu mengganti header, footer, jenis huruf, nama dinas, dan pekerjaan lainnya.

Kadang ada jika melihat rekan di kantor yang semakin matang ilmu teknik sipilnya, rasa iri singgah di benak saya. Perpaduan antara pengambilan jurusan yang tepat (pengairan), attitude yang bagus, plus mentor yang baik membuat dia menjadi salah satu ujung tombak kantor. Bahkan sebenarnya jika dia mau, dia mampu berdiri sendiri dengan kemampuannya. Ini bisa dilihat dengan banyaknya proyek luaran yang dia ambil selain di kantor.

Pernah satu kali ada tawaran untuk beralih kerja ke kontraktor. Tapi entah ini sayanya yang tidak mau berkembang atau karena saya tidak mau terjebak di dunia kontraktor, hingga akhirnya saya memutuskan untuk tidak mengambil tawaran tersebut. Kalau ditanya apakah saya puas dengan karir saya yang sekarang, jelaslah tidak. Bahkan bisa dibilang saya merasa gagal. Empat tahun bekerja di dunia teknik sipil, dan saya masih berada di level yang sama dengan ketika saya baru lulus kuliah. Hal yang membuat saya berpikir bahwa saya ini totally salah jurusan ketika ikut UMPTN dulu.

Saking frustasinya, sepulang dari Jakarta kemarin, saya yang sempat silau dengan kemegahannya melontarkan niat untuk mencari kerja di Jakarta. Sebuah hal yang kalau dipikir lagi sangat ngaco mengingat bagaimana saya terbiasa santai dengan pekerjaan. Bahkan ketika sahabat menanyakan kenapa saya tiba-tiba berniat mencari kerja ke Jakarta dengan cueknya saya menjawab, “Di sini karirku gagal, jodoh pun tak dapat.” 😀

Untuk sekarang sih, keinginan untuk pindah ke Jakarta itu sudah berkurang kadarnya. Namun bukan berarti keinginan saya untuk mencari lahan baru berkurang. Saya masih berpendapat bahwa tiap orang memiliki waktunya sendiri untuk bersinar. Namun itu tentunya tergantung bagaimana orang itu berusaha. Dan sayangnya untuk kota Banjarmasin, lowongan kerja untuk perempuan berusia di atas 27 tahun kayaknya sudah tidak ada lagi. Kecuali jika saya mencari pekerjaan yang sama dengan sekarang, konsultan, atau mungkin terjun di dunia kontraktor.

Ada juga pilihan lain seperti fokus di dunia tulis menulis atau serius di rajutan. Namun kata orang, mereka yang sukses itu adalah mereka yang fokus dengan tujuannya. Sedangkan saya, sampai hari ini belum bisa fokus pada bidang manapun. Saya masih menganggap nulis dan merajut sebagai sebuah hobi. Kalau begini terus, kapan saya bersinarnya? Hedeh, saya benar-benar payah 😦

Gambar pinjam di sini.

96 pemikiran pada “waiting to shine

  1. itu ada peluang.. walupun dikau di administrasi, bisa kan bikin perencanaan? belajar dari situ deh ntung..ku fokusnya akunting, kerjaan dari 91 akunting mulu.. bosen kan? tapi ku juga marketing di kantor ini.. pun bikin perencanaan.. juga ngeshipping.. belajar semua..

  2. aku juga kadang ngerasa begitu mbakiri sama keberhasilan orang laintapi tadi ketohok liat pintu rezekinya Ippho santosa di trans 7katanya salah satu penghambat rezeki itu 3DDengki, Dendam, DongkolSemangat yuk!

  3. tintin1868 said: itu ada peluang.. walupun dikau di administrasi, bisa kan bikin perencanaan? belajar dari situ deh ntung..ku fokusnya akunting, kerjaan dari 91 akunting mulu.. bosen kan? tapi ku juga marketing di kantor ini.. pun bikin perencanaan.. juga ngeshipping.. belajar semua..

    iya. makasih sarannya, mba tin 🙂

  4. rhehanluvly said: aku juga kadang ngerasa begitu mbakiri sama keberhasilan orang laintapi tadi ketohok liat pintu rezekinya Ippho santosa di trans 7katanya salah satu penghambat rezeki itu 3DDengki, Dendam, DongkolSemangat yuk!

    haha..jadi nggak boleh sampe dengki ya, han. bagusnya sih kita memperbaiki kualitas diri sendiri. cuma aku masih bingung mau fokus dimana 🙂

  5. nawhi said: semoga Yana cepet nemukan jalan dan segera bersinar dengan potensi yang ada, aamiin.*aamiin buat diri sendiri juga*

    amiiiinnnn…doa yang sama buat mas ihwan. semoga usahanya yang sekarang tambah maju 🙂

  6. Cuma bisa mendoakan, semoga Yana bisa mendapatkan yang terbaik.Ingat Yan, “Nothing Useless!”Di manapun dan apapun yg kita kerjakan (dgn benar) insya Allah akan memberikan manfaat yang benar juga. Semangkaaa (^.^)/

  7. yana, aku sarjana pertanian yg bahkan nanam cabe aja ga mau berbuah. Nanam bunga br kemaren bisa kulihat bunganya.Bekerja emg di distan, tp samaaa yg kupegang malah urusan admin, laporan2, mana kutau beda padi ciherang sm cigeulis..hehe.Tapi tetaplah berusaha bekerja sesuai dgn amanah yg diberikan. jadinya belajar dan belajar terus.kadang muncul kejenuhan. Dan saat itu terjadi, cpt2 sadar bhw semua yg terjadi pada qta ada yg mengatur dan selalu ada rencana indah yg belum tersingkap.tetap semangat aja yaa.. #koment panjang tumben..

  8. anchaanwar said: Cuma bisa mendoakan, semoga Yana bisa mendapatkan yang terbaik.Ingat Yan, “Nothing Useless!”Di manapun dan apapun yg kita kerjakan (dgn benar) insya Allah akan memberikan manfaat yang benar juga. Semangkaaa (^.^)/

    makasih, kakaaaa (^.^)jadi ingat kemarin ada yang ngasih ide buat jualan film donlotan :))

  9. rengganiez said: ke jakarta ajah mba…nanti sering kopdar loh ama anak2 MP 🙂

    mesti nyari kerjaan dulu dong, mba niez..masa iya kerjaan saya cuma kopdar? 😀

  10. ayanapunya said: mesti nyari kerjaan dulu dong, mba niez..masa iya kerjaan saya cuma kopdar? 😀

    di Jakarta kerjaan berjibun, Mbak…hanya tinggal nyari batu loncatan satu ke batu loncatan laen sampe goal..aku 2006 ke Jakarta gak punya kerjaan. Tiap hari ke warnet ngecekin email. Kemana-mana nentang map, isi ijasah, fotokopi KTP sama CV. Hahahah sempat stres, kok bisa orang-orang ini dapet kerjaan di sini. Kalo udah punya niat, jalankan aja, Mbak. Apa yang kita takutkan gak seserem bayangan kita kok 🙂

  11. imazahra said: Selamat berproses dan istikhoroh lah :-)Mmm, saranku sama dengan Mba Niez, yuuuk ke Jakarta aja, MPers Jakarta penyayang2 loh :-)*kompor menyala*

    ada sih semalam ka ngirim lamaran. tapi belum ada kabarnya. hehehe

  12. darnia said: di Jakarta kerjaan berjibun, Mbak…hanya tinggal nyari batu loncatan satu ke batu loncatan laen sampe goal..aku 2006 ke Jakarta gak punya kerjaan. Tiap hari ke warnet ngecekin email. Kemana-mana nentang map, isi ijasah, fotokopi KTP sama CV. Hahahah sempat stres, kok bisa orang-orang ini dapet kerjaan di sini. Kalo udah punya niat, jalankan aja, Mbak. Apa yang kita takutkan gak seserem bayangan kita kok 🙂

    sampai hari ini masih nggak diijinkan buat kerja di luar banjarmasin, dan. jadi tiap kali ada lowongan kerja yang penempatannya di luar kota selalu mikir. atau akunya emang yang kurang berani ya?

  13. mouleedeea said: Kadang diriku suka kepikiran kaya gitu kalo lagi jenuh banget sama kerjaan.Tapi ga ada yang sia-sia mba yana, dirimu juga bukan orang yg payah. Semangat!

    makasih bude ^__^semangat betul sampai 3 kali komen 😀

  14. darnia said: Kalo udah punya niat, jalankan aja, Mbak. Apa yang kita takutkan gak seserem bayangan kita kok 🙂

    Kaka Dani bener banget.. Terharu 😥 (lho?)

  15. Semua semangat dari orang lain gak berguna kalau yang disemangati udah terlanjur jadi ‘pemalas’. Serius. Mengeluh melulu tapi gak mau beranjak. Selamanya ya bakal gitu aja kerjaannya.

  16. arsitaarsita said: Coba yakinkan ortu deh, yakinkan kamu bbisa mandiri. Lagian di jakarta kan dah nyicil punya temen, jadinya ndak sebatang kara beneran gitu.

    makasih sarannya, ta 🙂

  17. lafatah said: Kalau kata teman saya, ‘only the time’. :)Sekalian dijemput bolanya, mbak. Tidak hanya ditunggu. Hehehe… *sotoy kumat lagi deh* 😀

    iya, tah. sedang mikir jemput bola yang mana. hehe

  18. yant165 said: Kayakna 80% cewek yang masuk Teknik Sipil merasa salah jurusan *kesimpulan ngasal* hehehe… Tapi setidaknya ada ulun dan pian di sini 😀

    hehehe. sayanglah kita kada jadi ketemuan semalam 🙂

  19. jampang said: kalau ke semua jenis pekerjaan tapi bisa bagus… itu namanya fokus juga nggak?

    katanya sih bagusnya itu fokus sama satu aja, mas rifki. jadi sinarnya benar-benar terang 🙂

  20. malambulanbiru said: Semua semangat dari orang lain gak berguna kalau yang disemangati udah terlanjur jadi ‘pemalas’. Serius. Mengeluh melulu tapi gak mau beranjak. Selamanya ya bakal gitu aja kerjaannya.

    haaa…desiiii..kau sukses “menamparku” :)insya allah sedang berusaha, des. meski lambat banget usahanya

  21. hensamfamily said: Live without regret, Yan !Selalu berusaha menemukan hal hal menarik dari setiap keadaan.Open up your mind and let the sun shine in.

    makasih, abiiii. sedang berusaha untuk sebenarnya. walau masih sering kalah sama rasa malas 😀

  22. tintin1868 said: antung.. jangan pindah jkt ya.. kerja di daerah saja.. membangun negri.. ku pengen loh pindah semarang kerja disana.. masa semua pengen ke jkt?

    hehehe. ini nggak melulu soal pindah ke jakarta sih, mba. cuma soal saya yang belum bisa fokus sama tujuan 🙂

  23. hanifahnunk said: ayo semangat mba :)di administrasi mba ayana bisa nyambi belajar yg lainnya jugasperti yg mba tin sampaikan…yuk

    iyaaa…aku sih bersyukurnya di sini bisa sambil nulis di kantor. hehe

  24. itu ada peluang.. walupun dikau di administrasi, bisa kan bikin perencanaan? belajar dari situ deh ntung..ku fokusnya akunting, kerjaan dari 91 akunting mulu.. bosen kan? tapi ku juga marketing di kantor ini.. pun bikin perencanaan.. juga ngeshipping.. belajar semua..

  25. aku juga kadang ngerasa begitu mbakiri sama keberhasilan orang laintapi tadi ketohok liat pintu rezekinya Ippho santosa di trans 7katanya salah satu penghambat rezeki itu 3DDengki, Dendam, DongkolSemangat yuk!

  26. tintin1868 said: itu ada peluang.. walupun dikau di administrasi, bisa kan bikin perencanaan? belajar dari situ deh ntung..ku fokusnya akunting, kerjaan dari 91 akunting mulu.. bosen kan? tapi ku juga marketing di kantor ini.. pun bikin perencanaan.. juga ngeshipping.. belajar semua..

    iya. makasih sarannya, mba tin 🙂

  27. rhehanluvly said: aku juga kadang ngerasa begitu mbakiri sama keberhasilan orang laintapi tadi ketohok liat pintu rezekinya Ippho santosa di trans 7katanya salah satu penghambat rezeki itu 3DDengki, Dendam, DongkolSemangat yuk!

    haha..jadi nggak boleh sampe dengki ya, han. bagusnya sih kita memperbaiki kualitas diri sendiri. cuma aku masih bingung mau fokus dimana 🙂

  28. nawhi said: semoga Yana cepet nemukan jalan dan segera bersinar dengan potensi yang ada, aamiin.*aamiin buat diri sendiri juga*

    amiiiinnnn…doa yang sama buat mas ihwan. semoga usahanya yang sekarang tambah maju 🙂

  29. Cuma bisa mendoakan, semoga Yana bisa mendapatkan yang terbaik.Ingat Yan, “Nothing Useless!”Di manapun dan apapun yg kita kerjakan (dgn benar) insya Allah akan memberikan manfaat yang benar juga. Semangkaaa (^.^)/

  30. yana, aku sarjana pertanian yg bahkan nanam cabe aja ga mau berbuah. Nanam bunga br kemaren bisa kulihat bunganya.Bekerja emg di distan, tp samaaa yg kupegang malah urusan admin, laporan2, mana kutau beda padi ciherang sm cigeulis..hehe.Tapi tetaplah berusaha bekerja sesuai dgn amanah yg diberikan. jadinya belajar dan belajar terus.kadang muncul kejenuhan. Dan saat itu terjadi, cpt2 sadar bhw semua yg terjadi pada qta ada yg mengatur dan selalu ada rencana indah yg belum tersingkap.tetap semangat aja yaa.. #koment panjang tumben..

  31. anchaanwar said: Cuma bisa mendoakan, semoga Yana bisa mendapatkan yang terbaik.Ingat Yan, “Nothing Useless!”Di manapun dan apapun yg kita kerjakan (dgn benar) insya Allah akan memberikan manfaat yang benar juga. Semangkaaa (^.^)/

    makasih, kakaaaa (^.^)jadi ingat kemarin ada yang ngasih ide buat jualan film donlotan :))

  32. rengganiez said: ke jakarta ajah mba…nanti sering kopdar loh ama anak2 MP 🙂

    mesti nyari kerjaan dulu dong, mba niez..masa iya kerjaan saya cuma kopdar? 😀

  33. ayanapunya said: mesti nyari kerjaan dulu dong, mba niez..masa iya kerjaan saya cuma kopdar? 😀

    di Jakarta kerjaan berjibun, Mbak…hanya tinggal nyari batu loncatan satu ke batu loncatan laen sampe goal..aku 2006 ke Jakarta gak punya kerjaan. Tiap hari ke warnet ngecekin email. Kemana-mana nentang map, isi ijasah, fotokopi KTP sama CV. Hahahah sempat stres, kok bisa orang-orang ini dapet kerjaan di sini. Kalo udah punya niat, jalankan aja, Mbak. Apa yang kita takutkan gak seserem bayangan kita kok 🙂

  34. imazahra said: Selamat berproses dan istikhoroh lah :-)Mmm, saranku sama dengan Mba Niez, yuuuk ke Jakarta aja, MPers Jakarta penyayang2 loh :-)*kompor menyala*

    ada sih semalam ka ngirim lamaran. tapi belum ada kabarnya. hehehe

  35. darnia said: di Jakarta kerjaan berjibun, Mbak…hanya tinggal nyari batu loncatan satu ke batu loncatan laen sampe goal..aku 2006 ke Jakarta gak punya kerjaan. Tiap hari ke warnet ngecekin email. Kemana-mana nentang map, isi ijasah, fotokopi KTP sama CV. Hahahah sempat stres, kok bisa orang-orang ini dapet kerjaan di sini. Kalo udah punya niat, jalankan aja, Mbak. Apa yang kita takutkan gak seserem bayangan kita kok 🙂

    sampai hari ini masih nggak diijinkan buat kerja di luar banjarmasin, dan. jadi tiap kali ada lowongan kerja yang penempatannya di luar kota selalu mikir. atau akunya emang yang kurang berani ya?

  36. mouleedeea said: Kadang diriku suka kepikiran kaya gitu kalo lagi jenuh banget sama kerjaan.Tapi ga ada yang sia-sia mba yana, dirimu juga bukan orang yg payah. Semangat!

    makasih bude ^__^semangat betul sampai 3 kali komen 😀

  37. darnia said: Kalo udah punya niat, jalankan aja, Mbak. Apa yang kita takutkan gak seserem bayangan kita kok 🙂

    Kaka Dani bener banget.. Terharu 😥 (lho?)

  38. Semua semangat dari orang lain gak berguna kalau yang disemangati udah terlanjur jadi ‘pemalas’. Serius. Mengeluh melulu tapi gak mau beranjak. Selamanya ya bakal gitu aja kerjaannya.

  39. arsitaarsita said: Coba yakinkan ortu deh, yakinkan kamu bbisa mandiri. Lagian di jakarta kan dah nyicil punya temen, jadinya ndak sebatang kara beneran gitu.

    makasih sarannya, ta 🙂

  40. lafatah said: Kalau kata teman saya, ‘only the time’. :)Sekalian dijemput bolanya, mbak. Tidak hanya ditunggu. Hehehe… *sotoy kumat lagi deh* 😀

    iya, tah. sedang mikir jemput bola yang mana. hehe

  41. yant165 said: Kayakna 80% cewek yang masuk Teknik Sipil merasa salah jurusan *kesimpulan ngasal* hehehe… Tapi setidaknya ada ulun dan pian di sini 😀

    hehehe. sayanglah kita kada jadi ketemuan semalam 🙂

  42. jampang said: kalau ke semua jenis pekerjaan tapi bisa bagus… itu namanya fokus juga nggak?

    katanya sih bagusnya itu fokus sama satu aja, mas rifki. jadi sinarnya benar-benar terang 🙂

  43. malambulanbiru said: Semua semangat dari orang lain gak berguna kalau yang disemangati udah terlanjur jadi ‘pemalas’. Serius. Mengeluh melulu tapi gak mau beranjak. Selamanya ya bakal gitu aja kerjaannya.

    haaa…desiiii..kau sukses “menamparku” :)insya allah sedang berusaha, des. meski lambat banget usahanya

  44. hensamfamily said: Live without regret, Yan !Selalu berusaha menemukan hal hal menarik dari setiap keadaan.Open up your mind and let the sun shine in.

    makasih, abiiii. sedang berusaha untuk sebenarnya. walau masih sering kalah sama rasa malas 😀

  45. tintin1868 said: antung.. jangan pindah jkt ya.. kerja di daerah saja.. membangun negri.. ku pengen loh pindah semarang kerja disana.. masa semua pengen ke jkt?

    hehehe. ini nggak melulu soal pindah ke jakarta sih, mba. cuma soal saya yang belum bisa fokus sama tujuan 🙂

  46. hanifahnunk said: ayo semangat mba :)di administrasi mba ayana bisa nyambi belajar yg lainnya jugasperti yg mba tin sampaikan…yuk

    iyaaa…aku sih bersyukurnya di sini bisa sambil nulis di kantor. hehe

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s