[catatan perjalanan] Jakarta, mengunjungi teman maya (day 1)

Akhir minggu kemarin saya menghabiskan liburan dengan mengunjungi Tiwi (id : te3we3), seorang sahabat yang saya kenal di dunia maya. Baik saya maupun Tiwi sebenarnya sudah lupa kapan dan bagaimana kami bisa berkenalan. Namun yang bisa saya pastikan, perkenalan kami dimulai dari Multiply, yang kemudian berlanjut di facebook dan YM.

Kedatangan saya ke Jakarta berawal dari candaan-candaan kami di dunia maya ini. Tiwi sering mengundang saya untuk datang ke Jakarta, yang sering saya jawab dengan “doakan ada rezekinya.” Dan alhamdulillah, pada akhirnya saya bisa memenuhi undangannya. Tanggal 5-8 April yang memang libur panjang menjadi pilihan saya untuk mengunjungi Tiwi.

Kamis sore, saya berangkat dengan maskapai Citilink, yang tiketnya sudah saya pesan satu bulan sebelum keberangkatan. Pesawat berangkat tepat waktu, dan tiba di bandara Soekarno-Hatta sekitar pukul 4 sore. Sekeluar dari bandara, Tiwi yang sudah menunggu langsung mengajak ke rumahnya. Jujur sebelum ini saya nggak pernah kepikiran punya teman maya yang sampe nekat saya datangin dan nginap di rumahnya. Hehe. Dari bandara kami naik bis Damri jurusan Kampung Rambutan. Karena macet, perjalanan dari bandara menuju rumah Tiwi di Pondok Gede memakan waktu 4 jam lebih.

Perjalanan saya ke Jakarta kali ini merupakan yang keempat kalinya. Dan karena tiga kunjungan sebelumnya saya tak pernah berkesempatan untuk mengunjungi Monas, maka saya katakan pada Tiwi agar saya diajak jalan-jalan ke Monas saja, plus tentunya Kota Tua yang sejak awal menjadi tujuan utama saya wira-wiri di Jakarta. Karena rumah Tiwi berada di kawasan Jakarta Timur, plus Tiwi juga nggak bisa naik motor, Tiwi mewanti-wanti saya bahwa kami akan naik angkot kemana-mana.

Jum’at pagi, sesuai rencana saya dan Tiwi berangkat menuju Kota Tua. Dari rumahnya kami naik angkot menuju shelter busway PGC dengan tujuan Harmoni dan dilanjutkan dengan naik busway lagi jurusan kota. Ini adalah pertama kalinya saya naik busway. Dan alhamdulillah selama perjalanan naik busway penyakit mabuk darat saya tidak kumat.

Sesampai di Kota Tua, saya lihat objek wisata tersebut sudah dipadati pengunjung dna tentunya para pedagang yang menjajakan barang dagangannya di sana. Saya sendiri awalnya hanya tahu kalau Kota Tua itu sering jadi lokasi pemotretan prewedding, yang mana selalu terlihat sepi itu. Jadi agak-agak kaget juga ketika melihat banyaknya orang yang berada di sana. Kebetulan juga hari itu ada syuting, yang katanya adalah syuting film. Dilihat dari setting yang digunakan sih kayaknya cerita zaman Belanda gitu.









































Puas mengabadikan momen-momen di Kota Tua, Tiwi dan saya kemudian melanjutkan perjalanan menuju Masjid Istiqlal untuk menunaikan shalat dzuhur. Sebelumnya, terlebih dahulu Tiwi mengajak saya mampir ke depot Es Krim Ragusa yang terletak di samping Masjid Istiqlal. Kata Tiwi sih es krim ini terkenal. Dan saya pun melihat langsung buktinya ketika kami tiba di sana. Toko Es Krim Ragusa dipenuhi oleh pengunjung. Kemungkinan besar mereka adalah orang-orang seperti saya, orang luar yang sedang berlibur ke Jakarta.

Makan es krim, sholat pun sudah (Tiwi doang sih yang sholat), maka tujuan selanjutnya adalah Monas. Karena jaraknya cukup dekat, kami berjalan saja menuju ke sana, walau sebenarnya kaki saya udah pegal banget.

Sesampai di Monas, saya langsung sibuk memotret orang-orang yang ada di sana dan bangunan-bangunan yang ada di sekitar Monas. Kalau dipikir agak aneh, sih. Kebanyakan kan orang kalau ke Monas langsung semangat pengen masuk ke dalamnya, bahkan kalau bisa naik sampai ke puncaknya. Lah saya, begitu tiba di sana malah lebih sibuk dengan pemandangan sekitar. Entah itu karena saya udah nggak kuat jalan, atau memang pemandangan sekitar Monas yang lebih menarik perhatian saya ketimbang Monas-nya. Yang jelas, saya sudah cukup puas ketika tiba di kawasan Monas terse
but.


Jelang senja, saya dan Tiwi akhirnya memutuskan untuk pulang. Sama seperti perjalanan pagi sebelumnya, kami menggunakan busway dalam perjalanan pulang ini. Bedanya, jika dalam perjalanan awal kami selalu beruntung bisa dapat tempat duduk, maka dalam perjalanan pulang ini hampir seluruhnya kami lalui dengan bergelantungan di dalam busway (kecuali pas naik angkot, ya). Hal yang tentunya merupakan pengalaman pertama kembali buat saya 🙂

NB : foto lengkap bisa dilihat di sini.

65 pemikiran pada “[catatan perjalanan] Jakarta, mengunjungi teman maya (day 1)

  1. Dulu kosanku dekat banget dengan monas, selepetan nyampe. Makanya semoat eneg banget liat monas, setelah jauh baru kangen hehehe…Kantorku di seberang timur monas Na.

  2. waduuh kupingku gatel ternyata ada yang menyebut namaku.. hehehehe jangan kapok ya mba ay.. semoga jalinan ukhuwah kita membawa kita ke surga-NYA.. allahumma aamiin… ^^

  3. eskrimnya lain dari yang lain kan? tempat duduknya juga katanya dari jaman dulu.. asik antung keliling jakarta.. udah keliling taman mini indonesia indah blom? kan deket pondok gede..

  4. Dulu kosanku dekat banget dengan monas, selepetan nyampe. Makanya semoat eneg banget liat monas, setelah jauh baru kangen hehehe…Kantorku di seberang timur monas Na.

  5. anchaanwar said: Dulu kosanku dekat banget dengan monas, selepetan nyampe. Makanya semoat eneg banget liat monas, setelah jauh baru kangen hehehe…Kantorku di seberang timur monas Na.

    kemarin sempat difoto nggak, ya? kayaknya kantornya dekat sama kantor tiwi, mas. tiwi kerjanya di perikanan dan kelautan 🙂

  6. anchaanwar said: Kalo dari kelautan cuma diselingi 2 bangunan aja.

    yah fotonya nggak ada. adanya cuma pertamina sama kementerian bumn. kayaknya bangunannya ketutupan sama kantornya tiwi. hihihi

  7. Kalo ke monas aturan ke sebelah barat nya, lebih rindang dan nuansa tamannya lebih kental.Terus bagian selatan yang ada taman refleksinya dgn hamparan batu2 tajam, ini favorite spot saya!Kalo ke atas monas, seumur2 baru 2x itupun ngantar teman :))

  8. waduuh kupingku gatel ternyata ada yang menyebut namaku.. hehehehe jangan kapok ya mba ay.. semoga jalinan ukhuwah kita membawa kita ke surga-NYA.. allahumma aamiin… ^^

  9. anchaanwar said: Kalo ke monas aturan ke sebelah barat nya, lebih rindang dan nuansa tamannya lebih kental.Terus bagian selatan yang ada taman refleksinya dgn hamparan batu2 tajam, ini favorite spot saya!Kalo ke atas monas, seumur2 baru 2x itupun ngantar teman :))

    kemarin saya masuknya lewat mana, ya? hehe. yang lewat istiqlal itu sebelah mana?

  10. te3we3 said: waduuh kupingku gatel ternyata ada yang menyebut namaku.. hehehehe jangan kapok ya mba ay.. semoga jalinan ukhuwah kita membawa kita ke surga-NYA.. allahumma aamiin… ^^

    amiiiinn. senang banget bisa berjumpa denganmu, wi 🙂

  11. andiahzahroh said: Monas itu tempat favorit buat jalan di minggu pagi sama suami. Seringnya bawa raket buat main badminton 😀

    kamu tinggalnya dekat monas ya, andiah?eh udah balik ke kota?

  12. eskrimnya lain dari yang lain kan? tempat duduknya juga katanya dari jaman dulu.. asik antung keliling jakarta.. udah keliling taman mini indonesia indah blom? kan deket pondok gede..

  13. Yg itu malah belum sempat, mba. Tp waktu kecil udah pernah juga sih.jdnya lbh milih monas dan kota tua :)Klo es krim sy ga smpt merhatiin bangkunya, bnyk banget soalnya yg datang

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s