Belajar bahasa Arab = ingin jadi TKW?

 

Sewaktu saya mengungkapkan niatan saya untuk belajar bahasa Arab, saya mendapat sebuah komentar menarik. Mula-mula ibu saya yang mengatakannya. Waktu itu saya hanya tertawa mendengarnya. Namun lucunya ketika saya menyampaikan hal yang sama kepada sahabat saya, dia juga memberikan komentar yang sama.

“Kamu mau jadi TKW, ya?”

Ketika pertama kali ibu saya menanyakan pertanyaan di atas? Saya bisa maklum. Namun jujur ketika sahabat saya juga ternyata memberikan komentar yang sama, saya jadi bingung sendiri. Sejak kapan belajar bahasa Arab dikaitkan dengan keinginan menjadi TKW?

Sebagai muslim, tentunya kita sudah tak asing lagi dengan bahasa Arab . Bahkan kalau boleh saya bilang bahasa Arab adalah bahasa kedua yang kita kenali setelah bahasa Indonesia.  Penggunaannya juga tak kalah banyak dengan bahasa yang sehari-hari kita gunakan. Bahkan jika dibandingkan dengan bahasa Inggris, bahasa Arab tetap lebih banyak kita gunakan.

Bebagai cara digunakan untuk bisa menguasai bahasa Arab ini. Ada yang melalui TPA ada juga yang dengan cara memanggil guru ke rumahnya. Tujuannya adalah agar kita bisa membaca Al Qur’an dengan lancar. Awalnya memang yang kita lakukan hanyalah membaca, namun seiring pertambahan usia, tentunya kita pun mulai belajar mengetahui arti dari ayat-ayat yang kita baca tersebut, meskipun hanya sepotong demi sepotong.

Sekarang bandingkan jika saya berkata ingin belajar bahasa asing yang lain semacam bahasa Mandarin, misalnya. Rasanya tak akan ada yang mengaitkan niat belajar bahasa Mandarin dengan niat menjadi TKW. Padahal Cina juga merupakan salah satu tujuan para tenaga kerja kita. Hal yang sama juga terjadi pada bahasa asing lain yang lebih keren seperti Jepang, Perancis, dan sekarang yang sedang populer, Korea. Jika saya menyebutkan niat untuk belajar bahasa tersebut, orang mungkin akan berpikir saya ingin memperkaya kemampuan bahasa saya atau mungkin saya berniat untuk mengunjungi negara tersebut.

Kenyataannya, sebagai seorang muslim, Mekkah bisa dimasukkan dalam daftar teratas kota yang harus kita kunjungi. Bahkan bagi mereka yang sudah pernah kesana selalu berkata ingin kembali kesana. Jika memang demikian adanya, bukankah akan lebih baik jika kita mempelajari bahasa yang digunakan di jazirah Arab? Selain berguna dalam percakapan, ini juga sangat bermanfaat ketika kita membaca Al Qur’an. Setidaknya kita jadi tahu apa yang kita baca. Dan meskipun bahasa Arab digunakan di jazirah Arab, bukan berarti orang yang ingin mempelajarinya berniat menjadi TKW, bukan?

Note : Gambar dipinjam dari sini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s