kawin vs nikah

Kemarin sore, saya melakukan registrasi e-KTP. Sebenarnya bukan hal disengaja juga, sih. Kebetulan saya ada sedikit urusan dengan Pak Camat, dan ternyata di kantornya sedang melakukan registrasi e-KTP. Sebenarnya untuk bisa melakukan registrasi tersebut saya harus membawa undangan dari kecamatan. Namun mungkin karena Pak Camat lagi baik hati, maka saya diberi “jalur khusus”.

Sampai tempat registrasi, saya pun disuruh berfoto. Sambil mengisi data, petugas menanyakan beberapa data. Mulai dari golongan darah, RT, pekerjaan dan status. Ketika sampai pada pertanyaan status, maka saya pun menjawab “belum menikah”, yang kemudian langsung dikoreksi petugas dengan menyebutkan “belum kawin.”

Sampai di sini saya baru tersadar bahwa alih-alih menggunakan kata “menikah”, pemerintah lebih memilih kata “kawin” untuk status pernikahan di KTP”. Kalau dilihat sekilas, hal ini bukanlah hal yang besar. Saya pun sampai beberapa tahun yang lalu tak pernah mempermasalahkan pemilihan kata tersebut. Namun setelah terlibat dalam percakapan dengan teman-teman kuliah (yang cukup kritis), saya pun jadi tahu kalau antara kawin dan menikah itu adalah dua hal yang berbeda.

Misal dalam percakapan ini:

A : “Kalian ini pacaran trus, udah kawin sana.”

B : “Yee…dikira kawin itu gampang?”

A : “Lah emang gampang, kan? Tinggal masuk kamar. Yang susah itu nikahnya.”

Memang sebenarnya kalau dilihat dari kronologis percakapan, yang salah dalam memilih kata adalah si A. Namun intinya dalam percakapan ini, si A memberikan batasan yang sangat jelas antara yang namanya kawin dan menikah. Kawin menurut si A adalah hubungan suami istri, yang kalau boleh saya bilang lebih bersifat pribadi. Sedangkan menikah merupakan akad ijab kabul dari mempelai pria kepada mempelai wanita yang mana merupakan sebuah peristiwa sakral.

Percakapan lain yang sering saya temui seputar perbedaan antara kawin dan nikah ini adalah seperti ini:

A : “Ih kamu kok kawin nggak bilang-bilang, sih?”

B : “Ngapain juga kawin bilang-bilang? Malu, tau.”

Berkaca dari percakapan-percakapan itulah, pada akhirnya membuat saya lebih nyaman menggunakan kata menikah ketimbang kawin jika ditanya tentang status. Tapi penasaran juga kenapa di KTP itu lebih memilih kata kawin ya?

 

Gambar pinjam dari sini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s