Seo Hyun’s Paris Diary part I

Tanggal 10 dan 11 Juni 2001, SM -salah satu manajemen artis di Korea- sukses menggelar konser yang dikenal dengan nama SM Town. Konser ini melibatkan beberapa artis yang bernaung di bawah managemen SM seperti TVXQ, Super Junior, SNSD, Shinee dan F(x). Ini sebenarnya bukan pertama kalinya SME mengadakan SM Town. Sebelumnya, Amerika dan Jepang merupakan dua negara yang sudah lebih dahulu disinggahi SM Town. Namun satu hal yang perlu dicatat dari konser kali ini adalah, SM Town dengan sukses membuktikan bahwa Hallyu Wave sudah benar-benar mewabah ke segala penjuru dunia. Terbukti dengan terjualnya tiket dalam waktu 15 menit sejak pertama kali dibuka serta adanya flashmob di depan museum Louvre yang pada akhirnya membuat pihak SM memutuskan menambah jadwal konser yang semula satu hari menjadi dua hari.

Salah satu hal yang menarik dari artikel-artikel yang muncul seputar kesuksesan SM Town ini adalah dipublikasikannya diary dari Seo Hyun, salah satu personil SNSD yang memang dikenal selalu membawa diary kemanapun dia pergi. Diary ini terbagi menjadi beberapa bagian, dan berikut adalah bagian pertama dari Seo Hyun’s Paris Diary.

“Hari pertamaku mengunjungi Paris, Perancis. Semua terlihat baru dan asing bagiku. Meski dalam beberapa hari aku akan terbiasa dengan hal ini, tetap saja semua hal ini menjadi pengalaman baru bagiku.

Hari ini aku mengunjungi Montmartre. Paris dari Montmartre terlihat sangat indah. Ah, untuk mengabadikan momen ini, aku mengambil banyak foto dan berusaha menyimpannya dalam ingatanku.

Aku juga mengunjungi Sacre Coeur Basilica. Bagian belakang gereja benar-benar berbeda dari bagian depannya. Dengan begitu banyak seniman, atmosfir kreatif terasa begitu kental di tempat ini. Ini membuatku penasaran : bagaimanakah wajahku jika dilukis oleh salah satu seniman Montmartre. Tanpa ragu aku meminta salah seorang seniman untuk melukis wajahku. Selama 30 menit, aku duduk dengan perasaan gugup. Namun anehnya aku tak merasa bosan, sebaliknya aku begitu penasaran dengan gambar yang akan kuterima nantinya. Aku juga senang bisa keluar dari rutinitas sehari-hari dan memperoleh kenangan baru di tempat yang baru.

Saat kulihat hasil gambarku, aku merasa sangat aneh. Gambar itu bagus. Tapi aku lebih terlihat seperti orang Eropa ketimbang Asia. Sebelum meninggalkan Montmartre tak lupa kuucapkan terima kasih pada seniman yang telah melukis wajahku itu.

Selepas dari Montmarte tujuanku selanjutnya adalah tempat menjual sorbet (makanan penutup yang terdiri atas air gula dicampur buah, wine, dan minuman keras) yang terkenal di Ile Saint Louis. Setiap orang di jalan terlihat memegang es krim di tangannya. Dari yang kudengar sorbet di sini hanya terbuat dari buah, tanpa krim. Terlihat antrian panjang dari orang-orang yang menunggu pesanan mereka. Aku pun tak ketinggalan untuk bisa mencicipi sorbet tersebut. Dan sorbet yang kudapat hari itu adalah yang tersegar dan tentunya takkan terlupakan.

Di Paris, aku mencicipi berbagai macam makanan. Meski bukan penggemar makanan manis, namun di sini aku mencicipi snack tradisional Perancis seperti Macaron, Crepe dan coklat. Aku bahkan mencoba Escargot. Namun di antara semua itu, bisa dibilang sorbet adalah yang paling nikmat. Dengan tempat dan momen  yang berbeda-beda, sebisa mungkin aku menikmati perbedaan budaya di Paris selama aku berada di sini.

Ketika aku dan member SNSD yang lain menikmati waktu kami di sini, kami menghadapi situasi yang tak pernah kami duga sebelumnya. Orang Paris ternyata mengenali kami. Dan mereka bukanlah orang Korea yang tinggal di Perancis, melainkan benar-benar orang Perancis. Ketika melihat kami, mereka mendekat dan langsung bertanya, “Apakah kalian SNSD?” Kami tentu saja sangat terkejut. Kami benar-benar tak menyangka orang-orang sini mengenali kami.

Dan mereka bahkan tidak menyebut kami Girls’ Generation, melainkan “So Nyuh Shi Dae”, nama kami dalam bahasa Korea. Beberapa dari mereka berkata, “Senang bisa bertemu dengan kalian. Kami akan datang ke konser kalian,” yang lain juga berkata dalam bahasa Inggris, “Aku sangat menyukai SNSD, dan aku adalah orang Perancis.” Tak pernah terbayangkan sebelumnya bahwa orang-orang sini akan mengenali kami. Mereka bahkan bisa mengenali masing-masing dari kami.

Hari ini aku telah membuat begitu banyak kenangan di Paris. Fighting SNSD, figthing Korea.

Source : Naeil News via Soompi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s