New Dream

“Kontraktor yang aku datangi tadi masih nyari orang tuh.”

“Posisi apa?”

“Admin.”

“Trus kamu gimana? Bukannya kamu barusan tes di situ?”

“Ya aku kan baru lulus. Masih banyak kesempatan. Gimana tertarik ga?”

“Aku pikir-pikir dulu deh.”

Tadi itu adalah percakapan saya dan Nissha adik saya yang baru diwisuda kemarin. Sebelumnya, dia baru saja memenuhi panggilan tes dari sebuah perusahaan yang bergerak di bidang konstruksi. Satu dari sekian banyak panggilan tes yang dia dapatkan setelah menyebar surat lamaran kesana kemari.

Beralih pekerjaan. Wacana ini sudah muncul di otak saya berbulan-bulan yang lalu. Saya sempat hampir menerima tawaran untuk bekerja di perusahaan lain. Namun entah kenapa di hari seharusnya saya mulai bekerja di sana saya malah memutuskan untuk kembali ke kantor yang sekarang masih saya tempati. Enam bulan berlalu sejak gagalnya saya berpindah perusahaan, dan meskipun belum menghilang, kadang saya merasa ide untuk mencari pekerjaan baru menguap seiring berjalannya waktu.

Terjebak dalam zona nyaman. Mungkin itu adalah istilah yang tepat atas apa yang saya rasakan saat ini. Jam kantor yang fleksibel, kebebasan untuk ijin keluar pada saat jam kerja, belum lagi akses internet yang tak dibatasi benar-benar membuat saya terlena. Jujur jika ditanya apakah saya siap meninggalkan “kenyamanan” itu, maka saya akan menjawab “Belum siap.”

Namun jika dipikirkan lagi, bukankah terlalu lama berada di zona nyaman itu tidak baik? Jam kantor yang terlalu fleksibel membuat saya menjadi tak disiplin. Tak adanya jenjang karier membuat saya tak punya ambisi. Kurangnya persaingan di tempat kerja juga membuat saya kehilangan motivasi. Singkat kata, untuk ukuran seorang lulusan Teknik Sipil, saya berjalan di tempat. Kecuali untuk beberapa proyek sampingan yang kadang datang tanpa diduga yang alhamdulillah menjadi tambahan untuk gaji pas-pasan saya.

Di lain pihak, seiring dengan terbukanya wawasan dan tergalinya mimpi yang terpendam membuat kecenderungan saya berubah. Saya yang dulunya sempat bercita-cita menjadi PNS mulai berpaling ke arah yang lain, yakni bisnis atau bahasa gampangnya berjualan. Karena tertarik untuk berbisnis itulah saya pernah berjualan pulsa di kantor, walau akhirnya berhenti karena rugi. Sebagai gantinya, saya bersama adik saya kemudian berjualan cardigan yang alhamdulillah mendapat hasil yang positif. Dengan hasil positif itu membuat saya memiliki satu keinginan untuk serius di dunia jualan. Yah siapa tau kan saya suatu saat nanti saya memiliki toko baju sendiri.

Lalu soal mimpi yang terpendam. Sebenarnya sejak masih SMU pun saya sudah minat saya kemana. Tulis-menulis. Yap, bahkan sejak masih SMU pun saya tau kalau saya ingin jadi wartawan. Namun pada akhirnya karena faktor gengsi dan keterbatasan sarana membuat saya terdampar di fakultas teknik. Kemudian saya bertemu dengan facebook dengan fasilitas notenya dan tentunya Multiply yang saat ini menjadi tempat curhat saya. Keduanya membuat saya bertemu dengan dunia baru dan orang-orang baru. Hal-hal baru yang membuat mimpi saya yang sempat terkubur muncul lagi ke permukaan, plus menumbuhkan cita-cita baru. Bukan hanya ingin menjadi penulis. Saya saat ini juga tertarik untuk bekerja di media, entah itu radio atau televisi. Bahkan saya juga tertarik pada dunia event organizer. Semua hal yang berbeda jauh dari apa yang saya jalani sekarang.

Maka kalau boleh dibilang, selain zona nyaman, pergantian cita-cita jugalah yang membuat saya masih berpikir dua kali untuk beralih pekerjaan. Pertanyaannya sekarang adalah, beranikah saya menggapai cita-cita baru saya itu?


NB : gambar pinjam di sini.

21 pemikiran pada “New Dream

  1. ayanapunya said: Saya saat ini juga tertarik untuk bekerja di media, entah itu radio atau televisi.

    Sebagai orang yang pernah ada di sana, aku cuma bisa bilang bahwa itu dunia yang nggak nyaman juga… Mendingan jadi orang bebas, lepas, semerdeka-merdekanya…

  2. ayanapunya said: Saya saat ini juga tertarik untuk bekerja di media, entah itu radio atau televisi.

    Sebagai orang yang pernah ada di sana, aku cuma bisa bilang bahwa itu dunia yang nggak nyaman juga… Mendingan jadi orang bebas, lepas, semerdeka-merdekanya…

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s