Jealous…

Sewaktu putus dengan mantan, yang boleh dibilang secara tidak baik-baik, saya sedikit berharap kalau hubungannya dengan adik saya juga akan tidak baik. Wajar kan, kalau saya berharap adik mendukung saya yang sakit hati. Wajar juga kan, kalau saya berharap “dia” tidak lagi menganggap adik saya sebagai adiknya.

Namun sayangnya tidak demikian adanya. Saya yang berteman selama bertahun-tahun dengannya harus mengakhiri persahabatan dengan mengenaskan. Tak bisa lagi bebicara secara seperti dulu karena telah ada pembatas antara kami. Tak lagi menjadi daftar kontak di fesbuk. Di lain pihak, adik saya, yang dulu saya titipkan padanya setelah saya lulus, tetap menjadi adik baginya..

Do you know how I feel?

Honestly, I’m jealous…