ingin meledak

Duh….hari ini saya benar-benar ingin meledak
Saya muak dengan mereka yang bermuka dua itu
Saya muak dengan mereka yang kerjanya hanya mengeluh tiap hari
Saya muak dengan mereka yang suka mencampuri urusan orang
Saya muak dengan mereka yang menjelekkan teman adik saya di depan muka saya
Dan saya muak dengan kenyataan saya masih disini
Menghirup udara yang sama dengan mereka…

Jealous…

Sewaktu putus dengan mantan, yang boleh dibilang secara tidak baik-baik, saya sedikit berharap kalau hubungannya dengan adik saya juga akan tidak baik. Wajar kan, kalau saya berharap adik mendukung saya yang sakit hati. Wajar juga kan, kalau saya berharap “dia” tidak lagi menganggap adik saya sebagai adiknya.

Namun sayangnya tidak demikian adanya. Saya yang berteman selama bertahun-tahun dengannya harus mengakhiri persahabatan dengan mengenaskan. Tak bisa lagi bebicara secara seperti dulu karena telah ada pembatas antara kami. Tak lagi menjadi daftar kontak di fesbuk. Di lain pihak, adik saya, yang dulu saya titipkan padanya setelah saya lulus, tetap menjadi adik baginya..

Do you know how I feel?

Honestly, I’m jealous…

Untuk Perempuan by Sheila on 7

Tadi malam pas lagi chating sama mursidah, tau-tau muncul lirik lagu ini. Trus taunya pagi ini ada teman kantor yang muter lagu-lagu Sheila On 7. Jadilah kepikiran buat nyatet liriknya..


Untuk Perempuan by Sheila on 7

Jangan mengejarnya

Jangan mencarinya

Dia yang ‘kan menemukanmu

Kau mekar di hatinya

Di hari yang tepat


Jangan mengejarku

Dan jangan mencariku

Aku yang ‘kan menemukanmu

Kau mekar di hatiku

Di hari yang tepat


Chorus:

Tidaklah mawar hampiri kumbang

Bukanlah cinta bila kau kejar

Tenanglah tenang

Dia ‘kan datang

Dan memungutmu ke hatinya yang terdalam

Bahkan dia takkan bertahan tanpamu


Cukupkan harimu

Jangan pikirkanku

Hadirnya ‘kan menuntunku

Pulang kepadamu

Di hari yang tepat


Chorus:

Tidaklah mawar hampiri kumbang

Bukanlah cinta bila kau kejar

Tenanglah tenang

Aku ‘kan datang

Dan memungutmu ke hatiku yang terdalam

Bahkan ku takkan bertahan tanpamu


Aku yang ‘kan datang

Aku yang ‘kan datang

Aku yang ‘kan datang

Aku yang ‘kan datang

Aku yang ‘kan datang

Aku yang ‘kan datang

Aku yang ‘kan datang (Repeat
till fade)

Percayakan by Lyla

Sejak awal saya sudah terpikat dengan lagu Lyla yang satu ini. Liriknya sederhana, ga perlu banyak kata gombal, cukup Percayakan Hatimu Padaku 🙂


Percayakan By Lyla


Percayakah kau akan pujangga
Menggoreskan tinta akan kata-kata indah
Terbangkanmu ke awan

[*]
Percayakah kau akan penyair
Memujamu dengan seribu kata-kata anggun
Menyejukkan harimu

[**]
Bila kau tak inginkan puisi oh tak apa
Bila kau tak percaya penyair pun tak apa

[***]
Tapi percayakan hatimu padaku
Bila kau inginkan aku akan slalu menjaganya
Percayakan aku untuk jadi bingkai hatimu

kesan pertama

Kadang secara tidak sadar kita terjebak pada sebuah rasa yang disebut kesan pertama. Dan bahkan kesan pertama itu kadang menjadi dasar penilaian kita akan seseorang. Dan nyatanya, tak selamanya kesan pertama itu benar.

Bisa jadi ketika kita mendapati kesan urakan pada seseorang di pertemuan pertama, di kemudian hari kita akan mendapatkan bahwa orang tersebut adalah seorang sahabat yang setia.

Bisa juga ketika kita memberi label ramah dan pintar bergaul di pertemuan pertama, di kemudian hari kita menemukan bahwa dia adalah seorang bermuka dua.

Atau juga ketika kita mendapati kesan manja dan kekanak-kanakan pada seseorang, ternyata dalam perjalanannya dia adalah seorang teman diskusi yang sangat menyenangkan.

Dan orang ini, datang ke rumah saya saat saya sedang dalam kondisi dikejar deadline, dengan kertas berhamburan di sekitar saya, wajah yang tak sempat berbedak. Datang tanpa memberitahu saya terlebih dahulu. Tak memberi saya kesempatan untuk mempersiapkan diri, maka kesan seperti apa yang harus saya berikan padanya?

Memang, kesan pertama itu tak selalu benar. Tapi siapa yang bisa menyangkal bahwa kesan pertama itu sangat menentukan?