(FF) belajar mengaji – falsetto

“Sudah siap Iz?” Tanya Mila kepada Faiz yang sedang duduk di hadapannya.

“Sip Ka.” Jawab Faiz sambil membetulkan letak kopiahnya dan membuka lembaran qur’an di hadapannya.

Malam ini adalah malam pertama Mila menjadi guru privat Faiz. Entah karena alasan apa beberapa minggu terakhir Faiz selalu absen dari belajar mengajinya di musholla. Padahal bacaan alqur’annya sudah sampai juz 10. Akan sayang sekali kalau Faiz berhenti belajar mengaji. Sampai akhirnya suatu hari orang tua Faiz memintanya untuk mengajari Faiz di rumah saja dan Mila pun langsung menyetujuinya.

“Ok langsung mulai ya” Mila pun membuka halaman yang sama pada al quran kecil di tangannya.
Setelah membaca taawudz dan basmalah dengan lirih, Faiz pun memulai bacaannya.

“Yaa ayyuhalladzi….”

“Loh Iz, kok kamu ngajinya begitu?” belum selesai Faiz melafalkan kata-katanya Mila langsung memotongnya.

“Emang Faiz ngajinya gimana kak?” Faiz balik bertanya.

“Itu suara kamu kok jadi mengecil gitu?”

“Habis kalo pake suara asli ngajinya jadi jelek kak. Faiz kan malu.. Makanya ngajinya jadi begitu.” Dengan lugu Faiz menjelaskan alasan penggunaan suara falsetnya ketika mengaji tadi.

“ooo…”

Mila pun tersadar akan satu hal. Rupanya ini alasan absennya Faiz dari musholla. Faiz, bocah kecil berusia 12 tahun itu rupanya sedang memasuki masa akil balighnya. Suara khas anak kecilnya sudah mulai tergantikan oleh suara anak remaja. Tentulah dia akan malu jika harus mengaji dengan suara begitu di depan kawan-kawannya.

Dan akhirnya sepanjang pelajaran mengaji malam itu Mila harus menahan senyum ketika mendengar suara falsetto Faiz selama mengaji.