500 days of summer dan spoiler yang merusak mood…

Akhir minggu lalu, akhirnya kesampaian juga saya nonton film 500 Days of Summer. Kenapa saya bilang akhirnya, karena film ini sudah cukup lama saya beli tapi ga sempat-sempat saya tonton, Trus kenapa saya penasaran dengan film ini adalah, karena review film ini semuanya bagus.

Jadi, 500 Days of Summer menceritakan tentang seorang laki-laki dan seorang perempuan. Tom Hanssen dan Summer Fin. Tom Hansen digambarkan sebagai laki-laki yang percaya pada cinta. Sedangkan Summer Fin karena perceraian orang tuanya tumbuh menjadi sosok yang tidak percaya cinta.

Mereka berdua bertemu, dan seperti sudah diduga, Tom jatuh cinta pada Summer, sedangkan Summer tidak. Namun anehnya Summer memperlakukan Tom layaknya seorang pacar. Tom awalnya bingung dengan keadaan ini, namun akhirnya berusaha menerima dengan mengatakan, “yah, tidak semua hubungan harus mempunyai label.” Sampai akhirnya Summer tiba-tiba meninggalkan Tom,dan Tom pun patah hati. Apakah cerita berakhir sampai disini? Tentu saja tidak. Masih ada kelanjutan cerita di film ini yang kalau saya ceritakan akan berujung pada satu kata, “SPOILER”.

Oya, tagline film ini adalah, “this is not a love story, this is a story about love”
Kata adik saya yang lebih dulu menonton filmnya, sampai ke menit-menit terakhir dari film ini dia masih tidak percaya kalau ini bukan film tentang cinta. Tapi begitu selesai menontonnya, baru dia ngeh dengan maksud bukan kisah cinta di film ini. Lalu, bagaimana pendapat saya pribadi atas film ini? Hohoho, ternyata setelah saya menonton sendiri filmnya saya tidak bisa memberikan pendapat apapun. Kenapa? Karena adik saya terlebih dahulu menceritakan isi film ini atau seperti yang sering disebut orang-orang sebagai SPOILER.

Yah, akhirnya saya merasakan sendiri efek buruk dari diberitahukannya ending sebuah film kepada penonton. Adik saya yang saking gemesnya nonton film ini dengan entengnya menceritakan ending film ini kepada saya sebelum saya menontonnya. dan hasilnya, saya menonton film tanpa ada rasa penasaran di hati saya. Yang saya lakukan hanyalan menunggu kemunculan adegan-adegan yang telah dibocorkan adik saya kepada saya. Dan ternyata itu semua sungguh tidak menyenangkan. Padahal saya sendiri juga gemar menceritakan beberapa bagian penting dari sebuah film kepada orang yang belum nonton. Dan akhirnya saya sendiri kena batunya 🙂

Tapi, seenggaknya dari pengalaman ini saya jadi tau kalo yang namanya spoiler itu bisa mempengaruhi mood si penonton, yang pada akhirnya bisa membuat film bagus menjadi biasa aja. Lalu, bagaimana dengan My Name Is Khan yang kemarin saya bilang jelek padahal puluhan review lainnya mengatakan kalau film ini bagus? Apakah itu juga karena pengaruh spoiler? Ah sampai hari ini saya masih bingung juga kenapa saya bisa memberi nilai jelek pada film itu 🙂