hukuman untuknya…

Hari ini, entah untuk keberapa ratus kalinya dalam setahun terakhir, saya lagi-lagi teringat tentang dia. Mungkin orang akan berkata kalau saya bodoh. Masih saja mengenang orang yang telah menyakiti saya dengan begitu dalam. Namun begitulah keadaannya. Saya masih saja harus melewati hari-hari itu. Hari dimana tiba-tiba saja saya terkenang akan senyumnya, akan suaranya, akan candaannya, dan semua hal yang pernah saya ketahui tentangnya.

Seharusnya saya melupakannya. atau paling tidak saya seharusnya tidak sudi lagi mengenangnya. Namun tetap saja kadang hati kecil saya bertanya bagaimana kabarnya sekarang? Apakah dia masih seperti yang saya kenal dulu? Bahkan saya kadang berharap bisa bertemu lagi dengannya. Membayangkan akan bagaimana jadinya pertemuan itu. Yang tersakiti dan yang menyakiti. Apakah mereka akan saling melempar senyum layaknya sepasang kawan lama? Atau yang satu harus berlari untuk menghindari yang lainnya?

Saya pernah mencintai dia, dan begitu pula sebaliknya. Dan bagi saya, adalah sebuah kutukan ketika saya tak bisa melupakannya. Dan saya pun berharap dia juga tak pernah bisa melupakan saya. Karena bagi saya itu adalah hukuman yang setimpal untuknya karena pernah menyakiti saya.