mengenangmu…

aku mengenangmu
dalam tawa dan senyum
indahnya persahabatan

aku mengenangmu
dalam alunan detak jantung
atas nama cinta yang pernah kurasa

aku mengenangmu
dalam derai air mata
pahitnya perpisahan

aku mengenangmu
dalam lembar-lembar kisah
yang disebut masa lalu….

semakin bosan…

apa yang bisa membuat seseorang bertahan dengan satu pekerjaan dalam jangka waktu yang lama?
gaji yang besar?
suasana kerja yang menyenangkan?
rekan kerja yang solid?
pekerjaan itu adalah hal yang dicintainya?
atau karena ia semata terjebak dalam pekerjaan itu?

ini adalah tahun ke-4 saya bekerja di konsultan, dan saya semakin bosan dengan pekerjaan ini. namun entah mengapa saya masih bertahan bekerja di bidang ini. padahal entah sudah kali keberapa ide untuk melepaskan diri dari konsultan muncul di benak saya.
lamaran pun sudah saya sebar. namun lagi-lagi saya kembali di sini. di meja ini. berkutat dengan pekerjaan-pekerjaan membosankan.

ini adalah tahun ke-4 saya bekerja di konsultan. jika saya ingin lari, harusnya sekaranglah saatnya. karena batasan usia untuk melamar pekerjaan sudah semakin mendekati limit. jika tidak sekarang, maka mungkin saya akan terjebak selamanya di dunia konsultan ini.

atau mungkin sebaiknya saya banting setir saja? mulai membangun “kerajaan” saya sendiri?

saya bosan…

cerita si gila

Dia sungguh tak mengerti…
Kenapa ibu melarangnya berjalan tanpa pakaian
Padahal dia merasa sangat kepanasan
Dan bukankan jikalau kepanasan kita harus membuka pakaian?

Dia sungguh tak mengerti..
Kenapa orang-orang tertawa
Saat melihatnya tertawa bersama ayam-ayam
Padahal dia sedang mendengarkan lelucon ayam-ayam itu
Dan bukankah jika mendengar lelucon kita harus tertawa?

Dia sungguh tak mengerti..
Mengapa dia dihukum saat melukai kucing tetangga
Padahal kucing itu telah melukai tangannya
Dan bukankah dia harus membalas untuk itu?

Dia sungguh tak mengerti..
Kenapa anak-anak berlarian melihatnya datang
Ibu-ibu segera menjauhkan anak-anak itu dari pandangannya
Padahal dia hanya ingin berteman dengan mereka
Dan bukankah kalau ingin berteman dia harus mendekat?

Dia sungguh tak mengerti…
Mengapa sekarang ia berada di ruangan ini
Dengan tangan dan kaki terikat
Dijauhkan dari teman-temannya
Tak bisa lagi berbicara dengan ayam-ayam kesayangannya
Padahal hanya ayam-ayam itu yang paling mengerti dirinya
Padahal hanya ayam-ayam itu yang tak lari jika ia mendekat

Dia sungguh tak mengerti…
Mengapa dia disebut gila…
Padahal orang-orang itulah yang tak mengerti dirinya…

NB: lagi iseng nulis yang aneh-aneh begini ^_^

my power element

iseng-iseng ikut kuis setelah mampir di “rumahnya” mas tiar dan hasilnya adalah:

Your power colors: green and brown (emang rata-rata baju warnanya coklat, dan warna favorit adalah hijau…hehehe)

Your energy: generative

Your season: spring (musim semi ya?)

Like a tree, you are always growing and changing.
And while your life is dynamic, you are firmly grounded.
You have high morals and great confidence in yourself and others.
You have a wide set of interests, and you make for interesting company.
(susah nih kalo punya bahasa inggris pas-pasan)

tak ada yang abadi

Takkan selamanya tanganku mendekapmu
Takkan selamanya raga ini menjagamu

Seperti alunan detak jantungku
Tak bertahan melawan waktu
Dan semua keindahan yang memudar
Atau cinta yang telah hilang

Tak ada yang abadi
Tak ada yang abadi
Biarkan aku bernafas sejenak
Sebelum hilang

Reff :
Jiwa yang lama segera pergi
Bersiaplah para pengganti

Ini adalah salah satu lagu yang akhir-akhir ini menjadi lagu wajib di playlist saya. Alasan pertama, lagu ini sempat menjadi “soundtrack” hidup saya di tahun 2009 lalu. Apakah memang bawaan orang yang patah hati itu pengennya dengar lagu yang mellow-mellow terus? Saya pun tak bisa memastikannya.

Alasan kedua, lagu ini liriknya dalem banget. Memang sejak dulu saya menyukai cara Ariel menggubah lirik-lirik lagu ciptannya. Dan ketika lirik lagu ini bertemu dengan rangkaian melodi, jadilah sebuah lagu yang sukses membuat hati saya teriris-iris tiap kali mendengarnya.